Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
AUNG San Suu Kyi oleh dunia internasional sesungguhnya dinilai memiliki semua prasyarat yang diperlukan untuk menghentikan krisis di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.
Visi demokrasi yang ia miliki dan telah ia perjuangkan selama bertahun-tahun ketika melawan represi penguasa militer Myanmar, dahulu, sejatinya ialah modal yang tak terbantahkan baginya sebagai pemimpin de facto Myanmar untuk mengakhiri kejahatan kemanusiaan yang dialami etnik Rohingya.
Namun, sebuah pengaturan pembagian kekuasaan yang rumit dengan kubu militer Myanmar membuat ia seolah terpasung. Suu Kyi ialah pemimpin negeri yang tak punya kendali atas tentara. Situasi itulah yang mungkin membuat ia lebih banyak diam ketika komunitas global bersuara keras agar pembantaian dan pengusiran etnik Rohingya oleh militer Myanmar segera disetop.
Ketika bersuara pun sangat kentara Suu Kyi terlihat gamang, antara keinginan melindungi langkah 'kolega' militernya dan memenuhi visi serta idealismenya yang membuat dia pernah didapuk sebagai tokoh pejuang demokrasi Myanmar. Kegamangan itu tampak nyata dalam pidato pertama Suu Kyi terkait dengan krisis Rakhine setelah sekian lama ia berdiam diri, kemarin.
Di satu sisi, tak banyak progres yang ia sampaikan tentang situasi di negara bagian itu. Bahkan media Barat menyebut pidatonya mengecewakan karena dalam beberapa poin ia masih menyangkal fakta-fakta di lapangan yang menunjukkan adanya genosida terhadap etnik minoritas Rohingya.
Dalam pernyataannya, Suu Kyi memang mengecam seluruh pelanggaran HAM. Namun, ia sama sekali tak menyinggung soal tuduhan pembersihan etnik.
Akan tetapi, di sisi yang lain, pada pidato yang disampaikan dalam bahasa Inggris itu, Suu Kyi memperlihatkan sikap simpatiknya terhadap isu ini dan mulai membuka diri terhadap bantuan internasional. Ia meminta masyarakat internasional membantu Myanmar agar dapat bersatu tanpa memandang garis agama dan etnik. Bahkan Suu Kyi menegaskan pemerintah Myanmar siap untuk membantu kembalinya pengungsi Rohingya yang memenuhi syarat ke permukiman mereka di Rakhine.
Di tengah kegamangan Suu Kyi itu, komunitas internasional patut merespons celah positif yang ditawarkan peraih Nobel Perdamaian 1991 tersebut. Pernyataan Suu Kyi yang menyebut siap mengambil semua tindakan yang diminta dunia internasional untuk memastikan perdamaian di Rakhine dan Myanmar secara keseluruhan jelas tak boleh disia-siakan.
Dalam konteks itu, Indonesia punya peluang untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam penyelesaian krisis di Rakhine sesegera mungkin.
Apalagi sejak awal pemerintah Indonesia telah mengambil inisiatif sebagai negara pertama yang melakukan diplomasi khusus terkait dengan kejahatan kemanusiaan itu.
Indonesia juga tercatat sebagai negara yang paling aktif menyalurkan bantuan fisik terhadap korban krisis menahun itu, terutama kepada para pengungsi Rohingya.
Pemerintah tak perlu menghiraukan tudingan-tudingan konyol yang belakangan dilontarkan sejumlah pihak soal pencitraan dan segala macam.
Tugas pemerintah saat ini ialah memastikan tawaran Suu Kyi untuk penyelesaian krisis Myanmar betul-betul dapat diimplementasikan sambil terus meningkatkan intensitas penyaluran bantuan ke wilayah terdampak konflik.
Justru pihak-pihak itulah yang mesti diingatkan karena telah dengan keji memanfaatkan penderitaan warga Rohingya di Myanmar sana demi tujuan politik jangka pendek mereka di dalam negeri. Jari telunjuk mereka terus menuding ke pemerintah, tapi mereka lupa sejatinya empat jari lainnya tengah menunjuk ke mereka.
Kirimkan komentar Anda ke e-mail: forum@mediaindonesia.com
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved