Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSISTENSI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendapat sorotan berbeda. KPK yang selama ini selalu kebanjiran puja-puji mulai ramai oleh kabar miring. Sejak didirikan pada 2002, KPK memang telanjur merebut hati publik berkat segudang prestasi dalam perang besar melawan korupsi. Meski berusia jauh lebih muda, mereka sukses menyedot kepercayaan rakyat, jauh lebih dipercaya ketimbang saudara tua mereka, kejaksaan dan Polri.
Selama lebih dari dua dekade, KPK mampu melambungkan optimisme bahwa negeri ini akan mampu memberantas korupsi yang sudah berurat berakar di semua sendi. Mereka seakan tak pernah kehabisan energi keberanian untuk memberangus para pemangsa uang negara, siapa pun dia dan dari mana pun asalnya.
Begitu banyak anggota DPR atau DPRD, tak sedikit menteri atau kepala daerah, cukup banyak pula pimpinan lembaga tinggi negara hingga elite-elite politik yang mereka antarkan ke penjara. Hingga saat ini pun, satu per satu pejabat yang bermental korup terus dibekuk. Operasi tangkap tangan yang menjadi senjata andalan KPK terus memakan korban.
Dalam sebulan terakhir saja, setidaknya empat penyelenggara negara mereka ringkus. Terakhir, Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno tak berkutik ketika sejumlah penyidik KPK menangkapnya dua hari lalu. Sulit diingkari, kita terlalu sering angkat topi untuk mengapresiasi KPK yang tiada henti mengungkap kasus korupsi.
Sulit dimungkiri, KPK merupakan role model bagaimana memerangi korupsi. Itulah wajah KPK yang selalu apik dan mulus. Wajah yang selalu memikat publik untuk semakin mencintai dan mengidolakan mereka hingga saat ini. Namun, belakangan ada wajah lain KPK yang juga harus dipandang.
Ada sejumlah cacat di wajah itu, cacat yang satu per satu diungkap sejumlah pihak dalam testimoni di hadapan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di DPR. Di hadapan pansus yang legalitasnya masih menjadi perdebatan itu, beragam persoalan ataupun penyimpangan yang diduga dilakukan KPK dibeberkan.
Misalnya, disebut kurang berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam melindungi saksi. Soal harta sitaan terungkap pula bahwa KPK hanya mendaftarkan barang sitaan dalam bentuk barang bergerak seperti mobil dan motor ke Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara.
Bahkan, menurut pakar hukum pidana Romli Atmasasmita di hadapan pansus, ada 36 orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK tanpa bukti permulaan yang cukup. Blakblakan teranyar dilakukan orang dalam KPK, yakni Direktur Penyidikan Brigjen Polisi Aris Budiman. Dia menyatakan ada friksi di penyidik KPK.
Dia juga menyebut ada sosok yang powerfull di KPK yang bahkan bisa mengubah kebijakan pimpinan. Tentu, semua testimoni adanya cela di KPK belum tentu benar. Apalagi ketika testimoni itu meluncur dari mulut orang-orang yang sakit hati kepada KPK dan disampaikan di depan pansus DPR yang sejak awal berseberangan dengan KPK.
Pengakuan Aris pun belum tentu sesuai dengan realitas, terlebih kehadirannya di pansus tanpa izin pimpinan KPK. Namun, berapa pun kadar kebenarannya, pembeberan soal dugaan penyimpangan di KPK pantang dinafikan begitu saja. KPK tak mungkin selamanya benar karena bukan dikelola malaikat yang imun dari kesalahan.
Di satu sisi, KPK memang masih menjadi tumpuan harapan rakyat akan suksesnya pemberantasan korupsi di Republik ini. Akan tetapi, di sisi yang lain, ada kekhawatiran harapan itu akan sia-sia karena ternyata diduga ada banyak noda di tubuh KPK. Kini, semua bergantung pada bagaimana KPK menyikapinya.
Mereka tak cukup memberikan klarifikasi sepihak, tapi mesti menindaklanjuti beragam testimoni tersebut untuk kemudian memperbaiki diri. Sudah seharusnya KPK benar-benar memerangi korupsi dengan cara yang benar sehingga tak ada celah bagi orang-orang yang bernafsu mengebiri mereka.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved