Komitmen di Akhir Masa Tugas

13/5/2014 00:00

UNTUK kesekian kalinya, anggota DPR RI menunjukkan kinerja tidak mengesankan. Setelah dua bulan reses, mereka kembali dengan membawa tabiat buruk.

Kursi-kursi anggota dewan terlihat kosong saat masa sidang IV dibuka kembali, kemarin. Jika merunut rekam jejak tingkat kehadiran yang rendah, hal itu senyatanya tidak mengejutkan, tetapi tetap saja memprihatinkan.

Memprihatinkan, karena masa sidang IV ini merupakan masa sidang terakhir DPR periode 2009-2014 yang akan berakhir pada 20 September 2014. Jika pada awal masa sidang saja sudah banyak membolos, bagaimana kinerja mereka kelak mendekati masa tugas berakhir?

Kekhawatiran tentang merosotnya kinerja DPR periode itu tidak mengada-ada. Apalagi sebagian dari mereka diketahui tidak terpilih kembali dalam Pemilihan Umum Legislatif 2014.

Kita khawatir hal itu membawa konsekuensi penurunan semangat para anggota dewan yang tidak terpilih. Kalau menilik pengalaman yang telah lampau, para anggota DPR yang tidak terpilih kembali kerap mengalami penurunan semangat. Salah satunya dimanifestasikan dalam perilaku membolos.

Karena itu, kita kembali mengingatkan agar hal yang sama tidak terulang. Kita berharap DPR periode 2009-2014 meninggalkan rekam jejak yang indah di akhir masa tugas. Meskipun masa kerja mereka hanya tersisa empat bulan lagi, tidak berarti periode singkat itu disia-siakan.

Perlu kita kemukakan kembali, berbagai hasil survei persepsi publik terhadap kinerja DPR periode ini tidak satu pun yang menggembirakan. Survei Pol-Tracking Institute akhir tahun lalu, misalnya, menunjukkan hanya 12,64% responden yang menyatakan puas atas kinerja yang ditunjukkan DPR periode 2009-2014.

Survei Cirus Surveyors Group tentang kepuasan publik terhadap kinerja anggota DPR di awal 2014 juga berkesimpulan sama, yakni kepercayaan masyarakat terhadap DPR sangat rendah. Sebanyak 53,6% responden menilai anggota DPR tidak memperjuangkan anggaran demi kepentingan rakyat.

Dalam empat bulan masa tugas tersisa, kita ingin seluruh anggota dewan 2009-2014 menghapus rekam jejak dan kesan buruk publik atas kinerja mereka itu dengan menunjukkan komitmen, terlepas mereka terpilih atau tidak terpilih kembali pada periode berikutnya.

Opsinya tiada lain, kecuali tetap memenuhi kehadiran, meningkatkan produktivitas dalam persidangan, serta menjaga kredibilitas dan martabat. Berilah teladan bagi anggota DPR periode 2014-2019.

Perlu kita ingatkan pula bahwa seluruh anggota DPR 2009-2014 masih terikat sumpah jabatan, aktif menerima gaji, tunjangan, dan fasilitas hingga akhir masa tugas. Di sisi lain, masih banyak pekerjaan mereka yang belum tuntas. Sebut saja, sepanjang 2014, DPR baru mengesahkan lima dari 66 rancangan undang-undang yang ditargetkan.

Karena itu, komitmen dan kinerja mereka harus ditingkatkan hingga akhir masa jabatan. Kita juga tidak ingin dalam empat bulan masa jabatan tersisa mereka menggunakan aji mumpung dan terjebak dalam praktik melanggar etika, moral, dan hukum.

Kita ingin di akhir masa tugas, mereka benar-benar memberikan persembahan terbaik bagi rakyat yang selama ini mereka wakili.



Berita Lainnya