Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYERANGAN yang dilancarkan kelompok yang berafiliasi ke Islamic State di Marawi, Filipina, tak cuma menjadi urusan pemerintah setempat. Indonesia pun mau tidak mau, suka tidak suka, mesti terlibat di dalamnya, apalagi setelah diketahui ada tujuh WNI yang disebut-sebut terlibat di dalamnya sebagai bagian dari kelompok IS tersebut. Pertempuran di Marawi meledak setelah kelompok bersenjata Maute unjuk kekerasan, pekan lalu.
Mereka menyerang kota di Filipina bagian selatan itu dan sempat menguasai beberapa fasilitas umum hingga memaksa militer turun tangan dengan kekuatan penuh. Pertempuran tak terhindarkan bahkan berlangsung sampai sekarang karena gerombolan Maute terus memberikan perlawanan. Konflik bersenjata di Filipina Selatan bukanlah hal yang baru. Sudah sejak berpuluh-puluh tahun silam kawasan tersebut menjadi zona merah.
Perdamaian yang diteken Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan pemerintah Filipina pada 2012 tak juga memadamkan api perseteruan. Beberapa kelompok pemberontak yang tersisa terus memelihara bara pemberontakan. Namun, kejadian di Marawi lebih dari sekadar pemberontakan warga Filipina terhadap pemerintah Filipina. Ia telah bertransformasi menjadi invasi para petempur asing yang disatukan pemikiran dan ideologi sesat.
Sejumlah warga Indonesia, Malaysia, Singapura, dan orang asing lainnya diketahui ikut dalam pertempuran yang semestinya bukan menjadi urusan mereka. Mereka, bersama-sama kelompok Maute, ialah pengikut gerombolan teroris paling bengis, Islamic State (IS). Mereka menuruti doktrin menyimpang, yakni bertempur untuk menguasai kawasan Mindanao di Filipina Selatan jika tak bisa berperang di Irak dan Suriah yang menjadi basis utama IS.
Sepak terjang IS di Filipina tersebut jelas bukan persoalan sembarangan, tak cuma bagi Filipina, tetapi juga buat negara-negara Asia Tenggara lainnya termasuk Indonesia. Ia menjadi peringatan nyata bahwa IS nyata-nyata telah siap menebar teror di kawasan ini setiap saat. Buat Indonesia, pertempuran di Marawi wajib disikapi dengan superserius. Dari sisi geografis, Marawi tak terlalu jauh dari wilayah paling utara Republik ini sehingga imbasnya akan dengan cepat menjalar.
Jika gerombolan Maute terdesak, ke mana lagi mereka akan kabur kalau bukan ke Indonesia? Ancaman makin besar lantaran adanya keterlibatan langsung beberapa WNI dalam pertempuran di Marawi. Oleh otoritas disebutkan bahwa dari puluhan milisi yang menyerbu kota itu, tujuh di antara mereka orang Indonesia. Enam di antara mereka kini menjadi buron, sedangkan satu orang atas nama M Ilham Syahputra diduga sudah tewas dalam pertempuran.
Keterlibatan langsung WNI dalam pertempuran Marawi kian menguatkan bukti bahwa keberadaan orang Indonesia pengikut IS bukan cuma cerita takhayul untuk menakuti anak kecil. Ia memang betul-betul ada, bahkan diyakini dari hari ke hari semakin banyak jumlahnya. Sepak terjang ketujuh WNI petempur di Marawi itu sekaligus menjadi alarm bagi Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan.
Memperketat pengawasan dan pengamanan perbatasan dengan Filipina untuk mengantisipasi pelarian mereka ke Tanah Air menjadi keniscayaan. Pengusutan terhadap jejak ketujuh orang tersebut perlu juga diintensifkan. Mereka tak mungkin asal bertempur di Marawi, tapi pasti telah matang mempersiapkan diri bersama jaringan di dalam negeri. Lebih dari itu, seperti yang beberapa kali kita tekankan melalui forum ini, pemberian kewenangan yang lebih kuat kepada aparat untuk memberantas terorisme sejak dini pantang ditunda-tunda lagi. Caranya, tuntaskan revisi UU tentang Terorisme sesegera mungkin.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved