SABAN peringatan Hari Buruh Internasional tiba, kita hampir selalu dihadapkan pada pertanyaan benarkah buruh merupakan 'penghambat' utama dunia usaha sebagaimana kerap dipersepsikan sejumlah kalangan selama ini?
Sebagian tanpa ragu menjawab ya, tapi banyak juga yang menyangsikan premis tersebut. Mereka yang menjawab 'ya' biasanya berasal dari industri dengan skala usaha kecil hingga menengah, dengan modal yang tak jumbo.
Sedangkan yang menjawab 'belum tentu' mendasarkan argumentasi mereka pada sejumlah survei yang menunjukkan hambatan utama dunia usaha bukanlah soal tuntutan buruh. Hasil survei Doing Business 2014 (survei dilakukan pada Juni 2012-Juni 2013) yang dipublikasikan Bank Dunia akhir tahun lalu, misalnya, menunjukkan bahwa birokrasi masih menjadi penghambat naiknya peringkat kemudahan berusaha Indonesia tahun ini.
Benar bahwa peringkat kemudahan berusaha di Indonesia naik dari 128 menjadi 120, tapi peringkat tersebut masih jauh di bawah negara-negara kawasan seperti Vietnam di peringkat 99, Filipina 108, Thailand 18, dan Malaysia di peringkat 6.
Perizinan yang lambat dan berputar-putar serta bertemali dengan pungli telah membuat ekonomi biaya tinggi kian tidak terkendali. Indef pernah mengkaji persoalan tersebut dan menghasilkan kesimpulan bahwa pungli telah memakan ongkos produksi hingga hampir 20%.
Selain hambatan birokrasi, dunia usaha di Indonesia juga terjerat oleh buruknya infrastruktur. Data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menunjukkan masalah infrastruktur membuat biaya logistik mencapai 14,08% dari harga akhir produk industri, dengan 67% dari beban logistik tersebut habis untuk biaya transportasi.
Jalan yang rusak dan sempit membuat waktu tempuh distribusi logistik menjadi lama. Infrastruktur jalan makin rusak karena para pelaksana kebijakan yang mestinya menjaga dan mengawasi jalan, malah membiarkan angkutan bermuatan melebihi berat yang ditentukan dengan imbalan uang.
Tidak mengherankan jika peringkat rata-rata infrastruktur Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan tiga negara ASEAN lainnya, yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand. Padahal, pemerintah telah menerbitkan kebijakan infrastruktur sejak 2006.
Tak hanya itu, program akselerasi industrialisasi pada 2012-2014, denganpembangunan infrastruktur menjadi fokus utamanya, ternyata juga belum mampu menyejajarkan Indonesia dengan negara tetangga.
Maka, menjadikan faktor pekerja sebagai penghambat dunia usaha jelas merupakan kesimpulan yang gegabah. Betul bahwa tuntutan kesejahteraan buruh melalui upah, status, dan tunjangan pensiun terus digaungkan dari waktu ke waktu.
Tapi, sejauh ini sebagian besar tuntutan tersebut mash berada dalam koridor yang masuk akal. Menjadi dipersepsikan tidak logis karena beban besar dunia usaha yang lain, yakni ekonomi biaya tinggi dan infrastruktur yang buruk, tidak kunjung dibenahi.
Berbagai tekad dan janji membenahi rupa-rupa hambatan utama dunia usaha tersebut sejauh ini baru berupa angin surga. Kalaupun ada, sifatnya baru tambal sulam. Karena itu, berkali-kali melalui forum ini kita mendesak pemerintah untuk berpikir keras dan bertindak cepat mengikis ekonomi biaya tinggi dan memperbaiki defisit infrastruktur. Jika beban tersebut bisa dikurangi, tuntutan buruh amat mudah untuk dipenuhi.
Janganlah terus-menerus melemparkan tanggung jawab ketidakbecusan menghilangkan hambatan usaha dengan menghadap-hadapkan buruh dan pengusaha melalui 'jebakan' tuntutan kesejahteraan yang mestinya bukan persoalan itu.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.