Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK kesekian kalinya, teroris membuat bangsa ini menangis. Ancaman mereka semakin nyata sehingga tiada sejumput pun alasan bagi kita untuk tak secepatnya menghadapi mereka dengan sekuat tenaga. Sejak tragedi bom Bali pada 2002, teror demi teror silih berganti melukai Bumi Pertiwi. Korban pun terus berjatuhan, dari warga sipil yang tak tahu apa-apa hingga aparat keamanan yang tak berdosa.
Tragedi terakhir terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam. Dua pelaku bom bunuh diri meledakkan bom panci yang mengakibatkan tiga personel kepolisian gugur dan belasan orang lainnya luka-luka. Kita prihatin, sangat prihatin, karena teroris yang berani mati tapi takut hidup itu kembali menebar maut. Kita berduka, sangat berduka, karena beberapa anak bangsa kembali kehilangan nyawa akibat perbuatan terkutuk orang-orang terkutuk.
Amat wajar jika kita mengutuk perilaku busuk para teroris tersebut. Tak berlebihan pula sejumlah pemimpin negara sahabat ikut berbelasungkawa dan mengecam teror Kampung Melayu. Kebengisan pelaku memang tak cuma melukai Indonesia, tetapi juga melukai dunia. Namun, salah besar jika para musuh kemanusiaan itu kemudian berharap kita dicekam ketakutan akibat aksi mereka. Harus lantang kita suarakan bahwa kita tidak takut, bangsa ini tak lantas ciut.
Meski tidak kita harapkan, teror maut di Kampung Melayu menjadi peringatan yang kian gamblang bahwa teroris belum habis. Bahkan, bisa jadi mereka semakin banyak berbiak, semakin subur menjamur, dan semakin nyata menjadi salah satu musuh terbesar bangsa. Teror Kampung Melayu ialah penegasan bahwa sepak terjang teroris di dalam negeri tak bisa dipandang ringan, terlebih jaringan teroris dunia yang berjalin satu sama lain kian merajalela.
Di Manchester, Inggris, sedikitnya 22 korban tewas akibat bom bunuh diri. Setelah itu, kelompok ekstremis yang berafiliasi dengan Islamic State sempat menguasai Marawi, sebuah kota di Filipina yang tak terlalu jauh dari ujung utara Indonesia. Teror Kampung Melayu ialah penegasan bahwa kita harus meningkatkan kewaspadaan. Negara pun wajib bertindak lebih nyata untuk membasmi mereka hingga akar-akarnya. Gerakan deradikalilasi sejak dini amat penting, tetapi tindakan hukum di lapangan tak kalah penting.
Harus kita katakan, upaya memerangi teroris di negeri ini masih separuh hati. Senjata yang disediakan negara untuk Polri sebagai ujung tombak pemberantasan terorisme boleh dibilang tanggung. Undang-Undang No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme tak memberikan keleluasaan Korps Bhayangkara untuk bergerak. Undang-undang itu cenderung bersifat reaktif.
Polri, misalnya, baru boleh bertindak jika teroris telah melakukan teror. Sebaliknya, mereka tak bisa berbuat apa-apa meski seseorang jelas-jelas menjadi simpatisan atau mendukung organisasi teroris tertentu. Polri juga tak bebas melakukan penyadapan terhadap orang-orang yang diduga teroris. Akibat belenggu undang-undang, Polri lebih berperan bak pemadam kebakaran. Padahal, untuk mengalahkan teroris, aparat harus proaktif. Dia harus mendahului, pantang sekadar menunggu. Tindakan lebih awal sangat diperlukan sebelum teroris merenggut korban.
Dengan sejumlah pembatasan yang digariskan, tak salah jika ada yang menyebut bahwa UU tentang Terorisme kita ialah yang terlembek di dunia. Karena itu, tak ada lagi dalih bagi pemerintah dan DPR untuk tak segera menuntaskan revisinya. Bahkan, kalau perlu, Presiden mengeluarkan perppu sehingga aparat secepatnya punya ruang gerak lebih luas untuk mengalahkan teroris. Terorisme adalah kejahatan luar biasa. Untuk memberangusnya, kita perlu upaya-upaya luar biasa, tak cukup biasa-biasa saja.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved