Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN memang sebuah titel yang tidak suci dari kegagalan dan kesalahan. Namun, bagaimana jika pemimpin bahkan telah gagal sebelum tugas dijalankan? Lebih parah lagi, kegagalan itu bukan hanya menyangkut orang yang mengemban tugas, melainkan juga dari esensi jabatan itu sendiri. Hal itu disebabkan kursi pemimpin dijadikan sebagai barang barter.
Kursi pemimpin sengaja dibuat dan dibagi-bagikan semata untuk memuaskan syahwat kekuasaan dan keuntungan golongan. Lakon menjengahkan itulah yang sedang diperjuangkan para anggota dewan. Dalam hasil kompromi pimpinan fraksi partai politik di DPR, mereka menyepakati bahwa jumlah pemimpin MPR ditambah menjadi total 11 kursi.
Kompromi itu terkait dengan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Saat ini pemimpin MPR berjumlah lima orang. Kelimanya kini ditempati Zulkifli Hasan (PAN), EE Mangindaan (Demokrat), Mahyudin (Golkar), Hidayat Nur Wahid (PKS), dan Oesman Sapta Odang (DPD). Penambahan enam kursi berarti semua fraksi lain di DPR akan juga mendapat jatah pemimpin.
Tidak hanya itu, kompromi para pemimpin fraksi juga mengusulkan penambahan dua kursi pemimpin DPR menjadi total tujuh kursi. Lalu ada pula usul penambahan dua kursi pemimpin DPD menjadi total lima kursi. Anggota dewan beralasan penambahan kursi yang sesuai dengan jumlah fraksi itu bertujuan mengakhiri buntunya pembahasan revisi Undang-Undang MD3. Dengan penambahan kursi sesuai dengan jumlah fraksi, kepentingan tiap fraksi dianggap telah terakomodasi dan kata sepakat bisa dicapai.
Dengan demikian, berkali-kali lagi sah sudah mental barter para anggota dewan. Hanya tukang barter yang baru diam jika mulutnya telah disumpal dengan kekuasaan. Dari segi anggaran, penambahan kursi pemimpin jelas-jelas memperbesar belanja negara. Ironisnya lagi, penambahan itu berarti memelihara bom waktu yang nantinya semakin mencederai lembaga negara tersebut.
Bagaimana tidak? Sudah jelas penambahan kursi pemimpin bukan air yang bisa memadamkan api sengketa. Penambahan kursi pemimpin justru bensin yang bisa membuat api makin besar. Pasalnya penambahan kursi pemimpin ialah persetujuan akan ego kekuasaan. Kompromi yang dikatakan terjadi sekarang ini sebenarnya hanya kesejukan sesaat. Di masa yang akan datang, dengan ego yang kini sudah mendapat jalan, konflik akan semakin mudah tercipta.
Setiap fraksi akan semakin besar kepala untuk mempertahankan kepentingan golongan dalam pembahasan berbagai program dan undang-undang. Kesepakatan makin akan sulit dicapai karena budaya bobrok barter tadi telah disetujui, bahkan dilegitimasi. Jadi, lembaga perwakilan rakyat ini nantinya harus lebih banyak lagi berkompromi dengan nafsu-nafsu kekuasaan.
Ibarat pecandu, dosis untuk menenangkan para anggota dewan yang licik nan oportunis itu pun harus makin besar. Oleh karena itu, sebelum penambahan kursi itu benar disepakati, kita memanggil para anggota dewan yang masih memiliki nurani untuk menolaknya. Para anggota dewan yang masih waras dalam logika semestinya menyadari bahwa air peredam konflik hanyalah langkah menjunjung musyawarah untuk kepentingan rakyat.
Ego golongan, mau tidak mau, memang harus ditekan jika tidak ingin kehancuran yang lebih besar. Bukan hanya kehancuran lembaga, melainkan juga kehancuran fraksi dan partai politik karena rakyat benar-benar kehilangan kepercayaan kepada wakil mereka. Di sisi lain, kita juga menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk berani menolak usul para anggota dewan itu. Pemerintah harus berani bersikap dalam rapat pembahasan revisi UU tersebut. Ketika kepercayaan rakyat sudah habis pada lembaga perwakilan sendiri, pemerintahlah yang harus memulihkannya.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved