Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMUNCULAN kelompok radikal dan intoleran merupakan masalah yang serius saat ini. Disebut serius karena perilaku kelompok itu diikuti ujaran kebencian dan kadang berujung kejahatan dengan kebencian yang nyata pula di ruang publik. Harus jujur diakui bahwa kemunculan kelompok radikal dan intoleran itu bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Diakui atau tidak, kehadiran kelompok itu akibat politik pembiaran yang berlangsung terlalu lama bersamaan dengan rezim yang silih berganti.
Ibarat memelihara anak macan, kecil jinak, besar menerkam. Begitu juga eksistensi kelompok radikal dan intoleran. Pada mulanya hanya ditandai adanya gagasan dan pemikiran intoleran, bahkan dalam bentuk ujaran kebencian. Celakanya, pikiran dan gagasan itu malah dianggap sebagai wujud kemerdekaan pikiran dan kebebasan berpendapat yang sepenuhnya dijamin konstitusi.
Lambat laun, disadari atau tidak, benih gagasan dan pemikiran intoleran itu berubah wujud menjadi suatu perbuatan kejahatan dengan kebencian. Pada titik inilah semua orang terkejut seperti baru bangun dari tidur. Dalam perspektif itulah kita mengapresiasi perintah Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Perintah Presiden sangat terang benderang, yakni menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan.
Presiden bahkan menegaskan akan menggebuk mereka yang keluar dari koridor konstitusi. Presiden mengatakan demokrasi, kebebasan berkumpul, dan berpendapat dijamin konstitusi. "Kalau keluar dari koridor konstitusi, gebuk saja," tegas Presiden ketika bertemu dengan pimpinan media di Istana Kepresidenan.
Ketegasan itu juga berlaku buat komunisme atau PKI. "Kalau (PKI) nongol, kita gebuk juga. Tap MPR-nya masih berlaku, kok. Jangan cuma bikin isu (soal PKI)," tegas Presiden. Gugatan terhadap Pancasila sebagai dasar dan falsafah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara juga mulai muncul.
Presiden mengatakan negara tidak ragu-ragu menindak organisasi yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tinggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Organisasi seperti itu selama ini dibiarkan. Kalau saya tidak bisa (membiarkan). Sejak saya dilantik, pegangan saya adalah konstitusi," ucap Presiden.
Namun, harus kita katakan bahwa 'menggebuk' organisasi yang bertentangan dengan dasar negara, misalnya pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, masih dalam bentuk ucapan, belum menjadi tindakan nyata.
Pembubaran HTI menjadi langkah nyata jika pemerintah sudah menempuh jalur hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Keputusan pemerintah membubarkan HTI diucapkan pada 8 Mei. Sudah 10 hari berlalu hingga hari ini, langkah nyata tak kunjung diambil. Menempuh jalur hukum tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Prosedur yang ditempuh membutuhkan waktu yang lama.
Karena itu, jauh lebih elok mempertimbangkan saran Kejaksaan Agung agar diterbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk mempercepat upaya pembubaran HTI. Jalur hukum atau menerbitkan perppu jangan sebatas wacana, lakukan sekarang juga. Tindakan nyata yang dibutuhkan, bukan berlama-lama berdiskusi. Jadi pengamat saja jika berlama-lama berdiskusi. Tugas pemerintah ialah mengambil keputusan dan mengeksekusinya saat ini juga.
Eksistensi kelompok radikal dan intoleran bukan lagi seperti anak macan yang jinak. Mereka kini sudah dewasa dan setiap waktu siap menerkam. Bukan hanya pemerintah, seluruh rakyat juga harus tetap bernyali melawan kelompok radikal dan intoleran jika kita tetap berkomitmen hidup bersama sebagai saudara sebangsa yang berbeda-beda dalam harmoni.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved