Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERLAWANAN tanpa menciptakan permusuhan mungkin seperti hal klise. Namun, sesungguhnya perlawanan macam itulah yang paling sulit ditaklukkan karena ia tidak membangkitkan kebencian. Tidak hanya itu, ketika dunia saat ini dipenuhi dengan kekerasan dan intoleransi, perlawanan dengan kelembutanlah yang dibutuhkan.
Kita pantas bangga ketika banyak anggota masyarakat yang memahami perlawanan tanpa kekerasan. Mereka bersama-sama melawan gerakan radikalisme dan intoleransi dengan cara kelembutan, yaitu lewat karangan bunga.
Karangan bunga itu datang ke Markas Besar Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, sejak Senin (1/5) dan kini sudah berjumlah ratusan hingga meluber ke area Museum Polri. Nada tulisan dalam karangan bunga itu beragam, bahkan tidak jarang jenaka. Namun, seluruhnya berinti sama, yakni kecintaan kepada NKRI serta dukungan kepada Polri untuk melawan radikalisme dan intoleransi.
Cara warga ini memang serupa dengan apresiasi yang membanjir untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Namun, bukan pula ini sekadar tren karena yang ditunjukkan warga ialah kepedulian terhadap situasi negara. Selain itu, bahasa karangan bunga menjadi jawaban atas seruan pejabat negara.
Beberapa waktu sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengkritik masyarakat mayoritas di negara ini yang cenderung hanya diam terhadap tindakan radikal dan intoleransi. Tito menyeru masyarakat agar bersuara sehingga gerakan radikal tidak semakin besar. Gerakan-gerakan tersebut memang tidak boleh dianggap remeh karena jelas mengancam eksistensi Pancasila.
Karangan bunga bisa dilihat juga sebagai lecutan bagi Polri untuk lebih tegas menindak ormas radikal dan intoleransi. Pesan yang sama semestinya juga dimengerti TNI sebagai institusi yang juga bertugas atas pertahanan dan keamanan negara.
Di sisi lain, gerakan melawan radikalisme memang tidak cukup dengan hanya karangan bunga. Gerakan ini tetap tidak akan berarti tanpa tindakan nyata di lapangan, yang tentunya juga dalam wujud perdamaian dan cinta kasih seperti yang telah dibahasakan cantiknya bunga.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap cinta NKRI dan toleransi semestinya ditunjukkan lewat kebersamaan dan keguyuban. Jangan lagi ada diskriminasi hak warga karena perbedaan suku, agama, ras, atau bahkan pilihan politik. Warga harus berani menolak ajakan-ajakan untuk pendiskriminasian.
Tidak berhenti di situ, pemahaman yang sama harus dimiliki dunia pendidikan. Seluruh perguruan tinggi di Tanah Air sejatinya sangat berperan menjadi gerbang penghadang radikalisme karena di institusi itulah pola pikir anak bangsa dibentuk. Tidak mengherankan pula, selama ini organisasi-organisasi radikal menumbuhkan sel mereka lewat lingkungan kampus.
Kita mengapresiasi 55 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang baru saja melakukan deklarasi antiradikalisme. Deklarasi itu juga bentuk bahasa yang sama dengan karangan bunga. Dunia pendidikan perlu membuktikan deklarasi itu bukan sekadar menjadi bahasa berbunga-bunga, melainkan perlawanan yang nyata terhadap radikalisme.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved