Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PUBLIK termasuk para elite di negeri ini kini sepertinya tengah dihinggapi gejala yang kalau dalam istilah anak muda sekarang mungkin disebut baper alias bawa perasaan. Baper soal reshuffle alias perombakan kabinet jilid ketiga. Itu bermula saat Presiden Joko Widodo memberi sambutan di acara Kongres Ekonomi Umat (KEU) 2017, akhir pekan lalu. Jokowi membahas target-target yang diberikan kepada menteri dan mengatakan tak segan mencopot menteri yang tak berhasil mencapai target.
Lontaran kalimat itu kemudian berkembang dan diterjemahkan macam-macam. Sebagian besar mengatakan ungkapan Presiden itu ialah sinyal bakal adanya perombakan kabinet. Mereka yang mengganggap seperti itu berpatokan pada kebiasaan Jokowi yang dalam dua kali reshuffle kabinet sebelumnya selalu memberikan sinyal-sinyal terlebih dahulu. Perdebatan pun muncul. Ada yang mengaitkan rencana perombakan tersebut murni dari sisi kinerja si menteri.
Karena kerjanya tak bagus, si menteri perlu diganti agar pencapaian target pembangunan yang diinginkan Jokowi tidak tersendat. Kira-kira begitu spekulasinya. Namun, sebagian kalangan yang lain mengembuskan isu reshuffle dikaitkan dengan loyalitas partai-partai koalisi pendukung pemerintah. Jokowi dikatakan akan mengevaluasi menteri yang berasal dari partai-partai yang belakangan mengambil sikap berseberangan, misalnya dalam konteks dukungan di pilkada Jakarta baru-baru ini.
Untungnya spekulasi-spekulasi itu tidak bertahan lama. Presiden Jokowi sendiri sudah menegaskan tidak, atau setidaknya belum akan merombak Kabinet Kerja. Ia mengatakan evaluasi kinerja menteri ialah hal yang sudah semestinya dilakukan, tetapi tidak selalu berujung pada pergantian. Untuk sementara, embusan isu reshuffle, yang boleh jadi sengaja diciptakan pihak tertentu untuk menangguk keuntungan dari keriuhan, mereda.
Namun, yang membuat kita prihatin ialah bahwa sampai hari ini ternyata masih ada, bahkan mungkin masih banyak, pihak yang gemar memanfaatkan isu perombakan kabinet sebagai dagangan. Entah dagangan politik ataupun ekonomi. Masih ada yang menggunakan spekulasi-spekulasi itu sebagai peluru untuk menekan-nekan Presiden. Padahal, dalam sistem bernegara yang kita anut, perombakan kabinet ialah seratus persen merupakan kewenangan Presiden.
Dengan hak prerogatif yang dimilikinya, kapan pun Presiden bisa dan berwenang memecat, mengganti, atau sekadar membolak-balik posisi para pembantunya di kabinet. Penggantian dan rotasi berapa kali pun bukanlah sesuatu yang istimewa. Yang mesti dijaga ialah partai-partai yang mendudukkan kader mereka di kabinet harus berpegang pada fatsun bahwa tak ada siapa pun yang boleh menekan ataupun melarang Presiden melakukan atau tidak melakukan reshuffle.
Tak semestinya ada pihak-pihak lain, siapa pun dia, yang berusaha memengaruhi, mendikte, apalagi mengintervensi Presiden. Kalau Presiden memang ingin mengocok ulang kabinet, biarkan dia yang mempertimbangkan baik dan buruknya. Biarkan Presiden yang mengukur dan menentukan penting atau tidaknya perombakan itu demi kepentingan rakyat banyak. Jangan direcoki, jangan didorong-dorong, jangan baper.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved