Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERASAN terhadap penyidik KPK Novel Baswedan jelas bukan persoalan ringan. Sangat mungkin teror itu erat kaitannya dengan posisi korban sebagai penyidik berbagai perkara korupsi. Artinya pula, bukan tak mungkin teror tersebut merupakan serangan balik dari para koruptor. Novel menjadi sasaran penyerangan dua orang tak dikenal saat ia berjalan pulang seusai salat Subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin. Air keras yang sangat korosif dan biasa digunakan sebagai penghancur logam yang disiramkan pelaku melukai matanya. Akibatnya, Novel harus menjalani operasi untuk mengembalikan daya penglihatannya yang terganggu.
Bagi Novel, kekerasan tersebut bukan kali pertama. Secara fisik, ia pernah ditabrak mobil saat mengendarai sepeda motor dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Pun saat dia hendak membekuk Bupati Buol Amran Batalipu yang menjadi tersangka korupsi pada 2012. Secara nonfisik, Novel juga tak hanya sekali menjadi korban kriminalisasi. Oleh bekas insitusi tempatnya bernaung yakni Polri, dia pernah dijadikan tersangka dalam kasus yang sudah bertahun-tahun lewat.
Belum diketahui alasan pasti kenapa Novel menjadi incaran para penghobi kekerasan lantaran tak satu pun dari insiden-insiden itu yang diungkap tuntas. Namun, tak berlebihan jika publik beranggapan bahwa Novel diincar karena sepak terjangnya dalam mememerangi korupsi. Tak salah pula jika publik menyimpulkan bahwa serangan demi serangan terhadap Novel merupakan ulah koruptor melalui para operator lapangan mereka.
Harus kita akui, Novel merupakan salah satu penyidik terbaik KPK. Sulit dimungkiri, Novel menjadi musuh paling tangguh bagi para perampok uang negara. Dengan integritas dan idealisme yang begitu tinggi, Novel sudah kehilangan urat takut untuk menghajar koruptor, siapa pun dia. Novel yang saat itu berpangkat komisaris bahkan boleh dibilang 'keterlaluan' karena berani menindak jenderal bintang dua, Irjen Djoko Susilo, dalam perkara korupsi pengadaan simulator SIM. Dia pula yang saat ini memimpin satgas penyidikan kasus KTP elektronik yang menyeret nama-nama besar dan politisi tenar.
Apa pun latar belakangnya, aksi kekerasan terhadap Novel patut kita kutuk. Apalagi jika alasannya karena Novel terlalu bersemangat memberantas korupsi sehingga harus dihabisi, kita sama sekali pantang menoleransi. Menyerang Novel lantaran dia gigih memerangi korupsi sama saja menyerang KPK dan menyerang KPK sama saja menyerang negara.
Serangan terhadap Novel sekaligus menjadi penegasan bahwa koruptor tidak akan tinggal diam setelah ladang kejahatan mereka diacak-acak. Corruptor fight back betul-betul menjadi realitas setelah mereka terus disudutkan. Tak cuma lewat serangan politik tiada henti untuk membuat KPK lunglai, serangan fisik secara brutal mulai dikedepankan. Tak ada satu pun orang di Republik ini, kecuali koruptor, calon koruptor, dan kroni-kroninya, bisa menerima serangan terhadap para pendekar antikorupsi. Karena itu, seperti yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Polri mesti sigap mengusut dan secepatnya membekuk penyerang Novel Baswedan.
Kita yakin, sangat yakin, teror terhadap Novel tak lantas membuat nyali para pejuang antikorupsi di KPK tereduksi. Namun, kita juga harus memastikan mereka tidak sendirian. Negara harus betul-betul berada di belakang mereka, betul-betul melindungi mereka. Menangkap dan mengadili penyerang Novel merupakan salah satu bentuk perlindungan itu. Meringkus penyerang Novel selekas mungkin juga menjadi pesan yang jelas dan tegas bahwa bangsa ini tidak pernah takut dan tak pernah surut dalam memerangi koruptor.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved