Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGI-LAGI bangsa ini dibuat muak oleh polah legislator. Kali ini para anggota dan pemimpin Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang mengangkangi putusan hukum.
Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan aturan mengenai periode 2,5 tahun untuk pimpinan DPD. Putusan Mahkamah Agung Nomor 38 P/HUM/2016 dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 20 P/HUM/2017 itu juga berarti pengembalian periode pimpinan DPD ke masa lima tahun.
Namun, alih-alih menghormati keputusan sesama lembaga tinggi negara, DPD justru ngotot melaksanakan pemilihan ketua pada Senin (3/4) malam. Sempurnalah kita melihat betapa rendahnya moral politik dan ketatanegaraan para anggota dewan pilihan rakyat itu. Nafsu berkuasa begitu merasuki hingga tidak sudi jika pergantian pimpinan menunggu masa lima tahun.
Keluarnya nama Oesman Sapta Odang sebagai ketua juga bukti keserakahan itu. Oesman yang akrab disapa OSO sudah menduduki jabatan Wakil Ketua MPR.
Terpilihnya Oesman juga menunjukkan telah kuatnya pengaruh partai politik di DPD. Oesman merupakan Ketua Umum Partai Hanura. Memang, di satu sisi, kita juga harus mengakui adanya keteledoran memalukan dari MA mengenai kesalahan pengetikan keputusan. Ini pantas menjadi tamparan dan pelajaran bagi setiap lembaga negara agar menjaga kesempurnaan kerja dalam hal kecil sekalipun.
Namun, kesalahan pengetikan itu tetap saja tidak sepantasnya dianggap sebagai pembuka jalan untuk proses pemilihan ketua di DPD. Tidak pantas pula kesalahan pengetikan itu mengubah hal yang sah. Jika benar sosok-sosok yang duduk di DPD ialah para senator, semestinya mereka memiliki nurani untuk menghormati hukum dan tata negara. Sayangnya yang terlihat memang sebaliknya. Mereka yang duduk di DPD tidak ubahnya preman yang berkelahi demi memenuhi syahwat berkuasa.
Dengan sikap yang begitu rendah, fungsi DPD pun pantas dipertanyakan. Masihkah kita bisa percaya lembaga ini mampu menjadi perimbangan bagi kekuasaan DPR jika mereka sendiri menjadi lintah kekuasaan? Masihkah DPD menjadi pembela kepentingan daerah atau justru kiamat aspirasi daerah karena berkuasanya kepentingan individu, kelompok, dan parpol?
Celakanya, MA menelan ludah sendiri. MA tadi malam melantik pimpinan DPD. Itu artinya MA telah mengalahkan keputusan sendiri. MA telah mengangkangi keputusan yang dibikin sendiri. Sempurna sudah premanisme politik di DPD. Bila pimpinan DPD terpilih melalui cara-cara preman, MA telah bertindak sebagai pelindung perilaku preman tersebut. Rakyat benar-benar mendapat tontonan tidak mendidik dari dua lembaga tinggi negara yang seharusnya menjadi teladan dalam mematuhi hukum. Bila lembaga tinggi negara melanggar hukum, bagaimana rakyat akan mematuhi hukum?
Ketika rakyat melanggar hukum, penegak hukum pasti menjatuhkan sanksi hukum. Akan tetapi, ketika lembaga tinggi negara bernama DPD melanggar hukum, penegak hukum bernama MA malah memfasilitasinya. Sungguh ironis. Oleh karena itu, jangan salahkan bila rakyat memboikot DPD 2,5 tahun mendatang. Kepercayaan rakyat terhadap DPD baru pulih setelah para senator baru kelak terpilih pada 2019.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved