Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SIKAP antikeberagaman di negeri ini kian hari kian menjadi. Ia semakin mencemaskan karena tak lagi mengenal ruang dan waktu. Pelaku dan korbannya pun tak terbatas kelas dan usia. Sungguh, bangsa ini tengah diuji. Bangsa ini telah lama menerima dengan penuh kesadaran bahwa kebinekaan ialah kemestian. Bangsa ini juga sudah membuktikan eksistensi di tengah keberagaman. Bangsa ini bahkan meyakini kemajemukan ialah modal besar untuk menjadi bangsa yang besar. Namun, kini kebinekaan, keberagaman, dan kemajemukan itu menghadapi ancaman besar, sangat besar. Oleh sebagian orang, oleh sebagian kelompok, kebinekaan sebagai penopang hidup NKRI disoal dan hendak diruntuhkan. Sikap, tabiat, dan perilaku intoleransi tumbuh subur, merebak seiring dengan sesat pikir bahwa merekalah yang paling benar dan yang lain salah.
Antikeberagaman kian tak terkendali ketika pola pikir yang keliru itu dipaksakan dalam kontestasi politik. Agama yang suci dan sakral pun dibajak lalu dijadikan amunisi untuk menghabisi lawan yang ujung-ujungnya hanya untuk meraup kekuasaan. Pilkada DKI Jakarta merupakan contoh gamblang, gambaran yang terang benderang betapa antikeberagaman betul-betul menjadi ancaman tingkat dewa. Celakanya lagi, sikap antikeberagaman kini mewabah ke mana-mana. Tak cuma orang dewasa, anak-anak telah pula terpapar virus jahat itu. Dalam video dengan tagar #Indonesiamoveup yang belakangan beredar luas di media sosial, misalnya, beberapa anak berseragam sekolah dasar dengan penuh semangat meninggikan panji-panji agama tertentu.
Fenomena antikeberagaman di kalangan anak-anak juga dibeberkan salah satu orangtua yang anaknya menjadi korban kebencian teman-temannya karena dia mendukung calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Dalam testimoninya di media sosial disebutkan anak-anak itu mengafirkan sang buah hati hanya lantaran berbeda pilihan. Kita prihatin, bukannya mereda, antikeberagaman justru semakin merajalela. Ibarat sel kanker, ia terus berbiak ke mana-mana tanpa mengenal batas usia. Tak cuma remaja, kalangan dewasa, atau orang tua, para bocah pun bahkan telah terpapar.
Mewabahnya virus antikeberagaman di kalangan anak didik tingkat pemula jelas mengkhawatirkan. Ketika anak-anak sudah terjangkit bibit-bibit antikemajemukan dan racun kebencian, bagaimana mungkin kita bisa menyandarkan harapan akan keberlangsungan NKRI kepada mereka? Adanya anak-anak dengan pola pikir antikeberagaman ialah peringatan nyata bahwa masa depan bangsa ini tengah dipertaruhkan. Fenomena itu jelas pantang dibiarkan dan merupakan tanggung jawab kita semua untuk menghentikannya. Orangtua harus semakin gigih menanamkan nilai-nilai toleransi kepada putra-putri mereka sejak dini. Para pendidik harus semakin giat mengajarkan ideologi kebangsaan kepada anak didik.
Demikian pula, para elite jangan lagi berpolitik dengan mengusik kemajemukan melalui sentimen primordialisme atau agama. Jangan pula melibatkan anak dalam konflik politik semacam pilkada, apalagi ketika pilkada sarat dengan jualan isu SARA. Harus diakui, pilkada DKI Jakarta tak lagi sekadar ajang perebutan jabatan gubernur dan wakil gubernur. Ia telah menjelma menjadi penyemai benih-benih perpecahan di antara sesama anak bangsa. Oleh kaum intoleran, ia dijadikan ajang untuk mengoyak keberagaman.
Cukup sudah penonjolan sikap dan perilaku intoleransi di pilkada DKI Jakarta. Ia sudah memakan banyak korban, mulai anak-anak hingga orang yang telah menjadi mayat. Jangan biarkan kelompok antikeberagaman terus mendapatkan panggung untuk unjuk keberadaan dan menyebarkan paham intoleran.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved