Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANGSA ini semestinya tidak pernah kekurangan negarawan. Yang belum cukup kita miliki ialah nyali untuk ikut melahirkan para negarawan hebat itu.
Dalam dunia politik, nyali ini bahkan sudah menjadi hal yang langka. Itu bisa dilihat dengan dianutnya politik mahar oleh sebagian besar parpol. Paradigma yang telah bercokol lama itu telah menjadi pisau yang mengebiri cikal-cikal negarawan.
Bagaimana tidak, dengan sistem politik mahar, parameter sosok yang diusung parpol dengan sendirinya terdegradasi. Hal-hal tentang jiwa kepemimpinan, integritas, dan visi besar terpinggirkan oleh kekuatan uang.
Dengan sendirinya pula, yang dibawa ke panggung demokrasi justru para pedagang. Disebut pedagang karena memang hanya merekalah yang berani bicara harga sejak awal. Yang terbangun apa lagi kalau bukan politik transaksional.
Kita tidak hendak berteori bahwa jiwa kepemimpinan selalu bertolak belakang dengan kepemilikan modal besar. Namun, tidak semestinya hal yang bersifat materi lebih menjadi syarat ketimbang hal yang fundamental.
Terlebih, bukankah sejak dulu para pendiri bangsa telah menunjukkan bahwa cita-cita besar demokrasi memang bukan sesuatu hal yang diperjualbelikan? Dari mereka pula kita belajar bahwa negarawan jelas bukan sosok yang diikat dengan kepentingan golongan, apalagi berutang pada partai.
Ibarat pohon, mereka bisa menjadi besar dan menaungi bukan karena terkungkung dalam pot. Negarawan harus berakar pada rakyat, mendapat kekuatan dari rakyat, dan karena itu pula dahan serta daun mereka yang nantinya menaungi rakyat.
Nyali merawat dan membesarkan negarawan itulah yang kembali ditunjukkan Partai NasDem lewat deklarasi pengusungan Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. Seperti di pilkada lainnya, Partai NasDem tidak meminta mahar apa pun kepada calon yang diusung.
Bahkan, tiga syarat yang diajukan Ketua Umum NasDem Surya Paloh kepada calonnya merupakan sebuah pendidikan politik kepada kita mengenai bagaimana menghadirkan negarawan.
Pertama, Surya meminta bila nanti Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Emil benar mendapat amanah rakyat untuk memimpin Jabar, ia harus bisa menjadikan provinsi itu sebagai benteng Pancasila.
Hanya dengan kesetiaan pada Pancasila, semangat pluralisme bisa terus bertahan di Tanah Air ini. Kepemimpinan eksklusif, yang hanya mementingkan kelompok tertentu, tidak berlaku ketika pemimpin berkomitmen menjadi benteng Pancasila.
Kedua, Surya meminta Emil agar tidak bergabung dengan partai mana pun termasuk NasDem. Itu disebabkan hanya dengan mempertahankan independensi, pemimpin akan terus menjadi milik rakyat.
Ini merupakan pendidikan politik agar partai politik bersedia menyokong orang-orang hebat di luar partai untuk menjadi pemimpin. Terus terang, parpol cenderung haus kekuasaan, hanya menghendaki kader mereka yang menjadi kepala daerah. Padahal, parpol sering kali defisit kader mumpuni karena banyak orang hebat enggan bergabung di parpol.
Ketiga, Surya meminta Emil mampu mengonsolidasikan roda pemerintahan di bawah dirinya. Syarat ini juga bukti nyata visi negarawan karena jelas para pemimpin daerah ialah elemen penting berhasilnya pemerataan kesejahteraan di NKRI.
Berulang kali kita katakan bahwa tiada demokrasi tanpa politik dan tiada politik tanpa partai politik. Itu artinya partai politik menjadi pilar penyangga demokrasi.
Partai politik punya tugas hebat menegakkan demokrasi. Caranya antara lain dengan kesediaan menyokong orang-orang hebat, tidak melulu dari dalam partai tetapi juga dari luar, sehingga tampil pemimpin berwatak inklusif, pemimpin untuk semua. Bukankah demokrasi menghendaki kepemimpinan inklusif?
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved