Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA untuk membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi 'macan kertas' dalam memberangus pencurian uang negara terus berlangsung.
Berbagai modus dan jalan untuk membuat KPK menjadi lembaga yang lemah, dari waktu ke waktu, terus ditempuh mereka yang membenci kiprah lembaga itu.
Jalan paling landai untuk membuat hal itu menjadi fakta ialah dengan mengubah aturan yang membuat kewenangan KPK terpangkas, teramputasi, atau paling sedikit terbonsai. Sasarannya, jika itu dapat dicapai, koruptor dan kalangan prokoruptor tidak perlu lagi merasa khawatir dengan jerat hukum KPK. Mereka pun dengan leluasa dapat menikmati praktik dan hasil korupsi tanpa khawatir terkena operasi tangkap tangan yang menciutkan nyali.
Sosialisasi Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang tengah dijalankan DPR, kita khawatirkan merupakan bagian dari kegiatan yang melapangkan jalan ke arah itu.
DPR melalui Badan Keahlian secara tiba-tiba, sejak Februari lalu, dilaporkan menggelar kunjungan ke berbagai universitas untuk menyosialisasikan kembali rencana Revisi UU KPK. Di antara kampus yang telah didatangi Badan Keahlian DPR dalam agenda itu antara lain Universitas Andalas dan Universitas Nasional. Skema yang sama, dilaporkan, juga telah dijadwalkan untuk digelar di Universitas Sumatra Utara, Medan, pertengahan Maret ini.
Kita tentu saja patut khawatir di dalam kegiatan sosialisasi revisi UU KPK itu terdapat agenda terselubung untuk menghimpun dukungan agar revisi terhadap UU KPK itu benar-benar segera dapat dijalankan.
Karena itu, kita acungi jempol kesigapan Forum Rektor dan Guru Besar Seluruh Indonesia yang pekan lalu menyambangi Gedung KPK di Jakarta dan langsung menegaskan sikap untuk menolak Revisi UU KPK.
Kita tidak hanya sepakat dengan sikap Forum Rektor dalam merespons gerakan 'tanpa bola' yang tengah digiring DPR. Kita bahkan mendukung langkah itu untuk mencegat modus yang kita lihat terus digagas untuk mendobrak pintu bagi proyek pelemahan KPK.
Sikap Forum Rektor yang sensitif terhadap gelagat pelemahan KPK tentu sangat kita apresiasi. Harus kita ingatkan kembali bahwa bukan kali ini saja upaya ke arah itu dijalankan.
Menurut data Indonesia Corruption Watch, sejak 2010, setidaknya sudah 20 kali upaya percobaan pelemahan KPK yang diprakarsai DPR dilancarkan. Termasuk di antaranya menyodorkan naskah revisi UU KPK.
Karena itu, paralel dengan sikap Forum Rektor, kita berharap seluruh kekuatan antikorupsi di negeri ini untuk ikut mencermati dan mencegat berkembangnya anasir-anasir yang ingin mengegolkan proyek pelemahan itu.
Yang perlu kita cermati ialah bahwa DPR pada 10 Februari 2017 telah menyelesaikan naskah Revisi UU KPK dengan lima isu krusial yang berpotensi besar melemahkan KPK. Pertama, pembentukan dewan pengawas KPK yang anggotanya dipilih DPR. Kedua, penyadapan dan penyitaan KPK harus izin dewan pengawas.
Ketiga, penyadapan hanya dapat dilakukan pada tahap penyidikan, tidak boleh pada tahap penyelidikan seperti yang saat ini KPK lakukan. Keempat, KPK berwenang menghentikan penyidikan dan penuntutan. Kelima, KPK tidak dapat melakukan rekrutmen penyelidik dan penyidik di luar institusi Polri dan kejaksaan.
Jika DPR berhasil mengegolkan kelima isu tersebut, niscaya itu akan membuat KPK menjadi macan ompong dalam pemberantasan korupsi.
Revisi UU KPK sesungguhnya wajar, bahkan harus, bila itu bertujuan memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi di negara ini. Kita menolak revisi UU KPK bila di dalamnya terselubung agenda pelemahan KPK.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved