Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TEROR, apa pun bentuknya, ialah wujud nyata dari penodaan, bahkan penistaan, terhadap muruah luhur demokrasi. Ia pantang dibiarkan menebar daya rusak agar perhelatan demokrasi seperti yang tengah digelar di DKI Jakarta berlangsung penuh keadaban.
Sebagai barometer demokrasi di Indonesia, pilkada DKI Jakarta semestinya steril dari teror, bersih dari tekanan sehingga pemilih bebas menggunakan pilihan. Ironisnya, yang terjadi justru sebaliknya. Teror dan tekanan justru merajalela dengan cara beragam.
Bahkan, tak cukup meneror mereka yang hidup, orang-orang yang sudah wafat pun masih menjadi sasaran. Seruan untuk tidak menyalati jenazah pendukung atau pemilih pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat kian lama kian menggema. Spanduk-spanduk bertuliskan seruan itu bertebaran di masjid-masjid ataupun musala di Ibu Kota. Tak sebatas seruan ternyata, malah sudah ada warga yang menjadi korban.
Sungguh, kita prihatin, amat prihatin. Pilkada DKI Jakarta yang sebenarnya sekadar kontestasi lima tahunan telah berubah wajah menjadi ajang pemecah belah. Pilkada DKI yang sebenarnya hanya arena memilih pemimpin terbaik bagi seluruh warga Jakarta itu telah menjelma menjadi palagan untuk menonjolkan permusuhan.
Seiring dengan mengerucutnya rivalitas di putaran kedua, garis pemisah antarkelompok yang bersaing kian menebal. Sekat antara 'saya' dan 'anda', antara 'kami' dan 'mereka' semakin menguat. Sebaliknya kata 'kita' makin langka terucap. Bahkan, sekali lagi, pemisahan itu tetap berlaku untuk mereka yang telah menghadap Ilahi.
Karena kepicikan kelompok tertentu, karena libido politik yang tak terkendali, pilkada DKI Jakarta yang seharusnya menggembirakan kini amat mengkhawatirkan. Situasi ini jelas tak bisa dibiarkan karena keutuhan rakyat Jakarta, bahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bakal menjadi taruhan.
Kita menyambut baik seruan para tokoh bangsa, para ulama, dan para elite agar teror spanduk segera diakhiri. Amat benar seruan mereka bahwa seruan larangan menyalati warga hanya karena berbeda pandangan politik merupakan cara-cara primitif yang wajib segera dihentikan. Amat benar bahwa teror semacam itu berdampak buruk bagi kehidupan beragama dan berpolitik.
Kita juga mengapresiasi sikap tanggap Pemprov DKI Jakarta di bawah Pelaksana Tugas Gubernur Sumarsono yang dengan cepat menertibkan spanduk-spanduk penguar kebencian dan permusuhan tersebut. Pun dengan kebijakan mereka untuk menjemput dan mengurus jenazah yang ditolak disalati.
Negara memang harus hadir dalam situasi seperti di Jakarta ini, dan pemprov sebagai wakil negara telah menunjukkan kehadirannya. Namun, kehadiran itu tak boleh tanggung. Langkah hukum mesti diambil untuk menindak para penebar teror politik atas nama agama. Secara kasatmata, mereka telah menyebarkan kebencian dan permusuhan dengan membajak agama yang sejatinya menyejukkan dan mendamaikan.
Kita yakin, teror spanduk dilakukan secara sistematis dan direncanakan dengan matang. Soal bunyi seruan, misalnya, semua spanduk bernada sama. Untuk menghindari jerat UU Pemilu, mereka menulisnya dengan 'pendukung & pembela penista agama', tapi yang dimaksud jelas Basuki.
Kita tidak ingin pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang masih sebulan lagi semakin menyeramkan lantaran teror dibiarkan. Negara harus selekasnya unjuk kekuasaan memberangus para 'teroris politik' agar rakyat tak kian terkotak-kotak karena terhasut ideologi permusuhan dan kebencian.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved