Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAIAN baru, kue, hidangan khas Lebaran seperti ketupat menjadi hal yang identik dengan hari raya. Menjelang Lebaran, orang-orang pun mulai berbelanja pakaian baru, kue lebaran, dan bahkan hampers untuk keluarga.
Di momen tersebut, tak jarang terjadi impulsive buying, yaitu belanja tanpa adanya perencanaan. Sehingga belanja pun menjadi berlebihan dan mengurangi isi kantong. Oleh sebab itu, kamu perlu menahan diri untuk tidak berbelanja berlebihan.
Melansir dari situs Universitas Gadjah Mada (UGM), Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Akhmad Akbar Susamto, membagikan tips mengatur keuangan jelang lebaran, sebagai berikut.
1. Perhatikan Kebutuhan Skala Prioritas
Akhmad mengungkapkan pengelolaan keuangan dengan bijak dan tidak dihabiskan sepenuhnya untuk kebutuhan lebaran bisa dilakukan dengan membuat perencanaan anggaran dengan kebutuhan skala prioritas.
“Mulailah dengan membuat anggaran dan prioritas untuk pengeluaran Idul Fitri termasuk zakat, sedekah, hadiah, pakaian, makanan dan aktivitas lainnya," katanya.
"Ini akan membantu menghindari pengeluaran berlebihan dan menjaga keuangan tetap terkendali,” sambungnya.
2. Belanja Lebih Awal
Langkah selanjutnya yang disarankan Akhmad ialah sebaiknya melakukan belanja lebaran lebih awal. Hal ini dikarenakan berbelanja lebih awal sebelum mendekati hari H lebaran bisa menghindarkan dari sikap ketergesa-gesaan dengan tawaran harga barang kebutuhan yang lebih tinggi.
3. Membandingkan Harga dan Cari Diskon
Ketika berbelanja, kamu bisa membandingkan harga. Lalu, apabila memungkinkan, kamu bisa mencari harga obral dan diskon pada produk pakaian atau produk apapun yang ingin kamu beli.
“Bandingkan harganya, cari obral dan diskon jika memungkinkan,” ungkap Akhmad.
3. Fokus pada Hal Fungsional
Selanjutnya ialah saat belanja Lebaran sebaiknya difokuskan pada hal-hal fungsional saja. Sebaliknya, untuk kebutuhan lain yang bersifat tidak fungsional sebaiknya dihindari. (Nas/M-3)
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved