Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Barbie yang kini tengah tayang di bioskop banyak pula membahas mengenai permasalahan sosial maupun psikologis. Salah satunya adalah soal kecemasan akan kematian (death anxiety) yang banyak diutarakan sang barbie utama yang dibintangi Margot Robbie.
Apa yang dimaksud dengan death anxiety? Apakah wajar ketika pemikiran death anxiety hadir saat kita menjalani kehidupan? Psikolog dan konsultan di London, Inggris, Michael Padraig Acton menjelaskan bahwa death anxiety atau dikenal juga dengan thanatophobia merupakan ketakutan akan kematian Anda sendiri atau proses kematian.
Padraig Acton berpendapat kurangnya spiritualitas dan keyakinan agama dapat berperan dalam banyaknya orang yang cemas tentang kematian. “Jika kita cemas tentang sesuatu itu berarti kita takut tentang hal itu. Dan jika orang takut akan kematian, mereka perlu menghadapi kepercayaan dan pemikiran mereka tentang kematian," ujarnya, seperti dikutip dari situs Express.co.uk. "Kita semua dilahirkan untuk mati, itu fakta," lanjutnya.
Beberapa tingkat kecemasan kematian adalah normal dan tidak dapat dihindari, tetapi akan mengganggu apabila kecemasan akan kematian berlangsung lama. “Memiliki rasa takut yang normal terhadap kematian atau kita melihat beberapa orang meninggal di sekitar kita, itu memang menimbulkan ketakutan. Namun apakah kecemasan itu berlangsung selama tiga, enam bulan atau lebih dan memengaruhi kehidupan kita dengan cara yang negatif," papar Acton.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa tanda-tanda kecemasan yang normal ialah membuat kita merenungi dan bertanya tentang kehidupan yang telah dijalani apakah telah baik atau tidak. Kemudian tindakan apa yang dilakukan agar menjadi manusia yang lebih baik lagi sebelum tiba saatnya tutup usia.
Pakar menjelaskan bahwa kecemasan kematian adalah patologi, yang berarti memengaruhi hidup kita ke tingkat fungsional dan membuat kita tidak menjalankan peran atau fungsi kita dengan baik. “Misalnya, kita membuat pilihan yang buruk, mengurung diri, minum (alkohol) terlalu banyak atau menyalahgunakan zat atau obat terlarang untuk membendung rasa takut atau kecemasan," ucap Acton.
“Pada dasarnya, ketika kita cemas atau takut, kita tidak memiliki kehidupan yang damai dan kita dapat membuat keputusan berdasarkan ketakutan kita. Ini memiliki implikasi besar untuk kehidupan yang sehat," lanjutnya.
Lalu, bagaimana cara mengatasi death anxiety? "Satu-satunya cara kita dapat benar-benar menghilangkan kecemasan adalah dengan mencari tahu apa yang ada di balik kematian karena kita takut akan hal yang tidak diketahui," ucap Acton.
Membicarakan ketakutan Anda adalah cara terbaik untuk mengatasi kecemasan kematian. "Dengan membuka percakapan dengan orang yang dicintai dan menanyakan pendapat mereka bisa sangat membantu. Sudah saatnya kita menormalkan percakapan (tentang kematian) ini dan mengurangi kecemasan di sekitarnya," lanjutnya.
Ia pun menilai jika kekhawatiran seputar akhir kehidupan juga kerap berasal dari kurangnya perencanaan. Hal itu menyebabkan orang khawatir bahwa belum cukup memberi untuk keluarganya atau untuk dirinya sendiri.
Sebab itu, lanjutnya, dengan melakukan percakapan yang tepat, merencanakan hal-hal baik dalam hidup akan mendatangkan ketenangan pikiran yang dapat mengurangi kecemasan seputar kematian. (M-1)
Fatalitas kecelakaan Lebaran 2026 turun 28%, namun kecelakaan motor dan kelelahan pengemudi masih jadi ancaman utama di arus mudik-balik.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
Target Nol Kematian Dengue 2030 Dinilai Masih Penuh Tantangan
SEORANG siswa bunuh diri di NTT. Anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun, Psikiater, menekankan bahwa anak berusia 10 tahun sudah memahami konsep kematian
Selain sakit kepala dan asfiksia (kekurangan oksigen), gas tertawa dapat memicu terbentuknya bekuan darah serta gangguan pada hitung darah.
Penyalahgunaan gas tertawa dapat memicu timbulnya bekuan darah, gangguan hitung darah, serta menghambat fungsi saluran pembuangan (buang air besar dan kecil).
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved