Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Memutuskan untuk memasuki hubungan yang serius bisa terasa rumit, terutama karena bagi setiap orang, hubungan bisa bergerak dengan kecepatan berbeda.
Menurut ahli, ada beberapa tanda dari sikap seseorang yang belum yakin untuk menjalani hubungan serius. Jika Anda mencari relasi yang serius dan berkomitmen jangka panjang, ada baiknya Anda dapat mengenali tanda-tanda tersebut. Berikut Berikut beberapa tanda yang bisa Anda perhatikan dari pasangan Anda, seperti dikutip dari situs Best Life.
1. "Kamu terlalu baik untukku"
Kalimat ini bisa dikatakan oleh pasangan sebagai bentuk manipulasi. "Orang-orang menggunakan kalimat 'Saya tidak layak untukmu' ketika mereka ingin membuat Anda merasa baik tentang diri Anda sendiri," kata Tatyana Dyachenko, psikolog dan terapis seks di Peaches and Screams.
"Itu adalah taktik yang mereka gunakan untuk (memanipulasi) Anda. Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, seperti berselingkuh, mereka dapat berkata, 'Yah, aku memang sudah memperingatkanmu'," lanjutnya.
2. Tidak jelas tentang rencana masa depan.
Jika seseorang tidak melihat masa depan jangka panjang dengan Anda, mereka mungkin ragu untuk menjalin hubungan yang serius selama beberapa bulan dari sekarang. Fenomena ini juga berlaku dengan rencana jangka pendek. "Itu bisa terlihat seperti seseorang yang berkata, 'Ya, kedengarannya bagus,' tetapi tidak menindaklanjuti dengan 'mari kita rencanakan ini untuk Sabtu depan,'" kata Lauren Ogren, MFT, PsyD, psikoterapis berlisensi di Marin County, California.
Spesifik berarti minat, dan minat berarti Anda adalah prioritas dan orang ini memberi ruang bagi Anda dalam hidup mereka.
3. Tidak konsisten
Pengalaman menjalin hubungan yang tidak konsisten bisa dilihat dari keseharian Anda bersama pasangan. "Suatu hari mereka akan menghabiskan tiga jam di telepon dengan Anda menjadi rentan dan terbuka, dan berikutnya, mereka tertutup, santai, dan tidak mau berbicara tentang diri mereka sendiri," kata Holly Schiff, PsyD, klinis berlisensi, psikolog di Greenwich, Connecticut.
Masalah ini juga dapat berupa membuat banyak rencana dalam satu minggu dan tidak ada sama sekali di minggu berikutnya. Orang itu bahkan bisa mengabaikannya dengan alasan "Aku sibuk". Sayangnya, apa pun alasannya, tidak konsisten tetap berarti mereka belum siap untuk berkomitmen pada hubungan yang serius. Jika mereka siap atau cukup peduli dengan perasaan Anda, mereka akan mengomunikasikan dengan Anda apa yang dapat Anda harapkan dari mereka.
4. Minim waktu bersama
Ini merupakan sebuah situasi yang sulit. Tetapi, hal ini terkadang dapat diabaikan dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa orang tersebut sedang sibuk. Namun, Paul DePompo, PsyD, ABPP, seorang psikolog klinis dan direktur Institut Terapi Perilaku Kognitif California Selatan mencatat bahwa orang sibuk meluangkan waktu untuk apa yang mereka hargai ketika mereka termotivasi untuk melakukannya. Jika Anda tidak merasa seperti prioritas di antara kesibukan mereka, kemungkinan besar Anda tidak cukup berharga untuk mereka.
5. Mereka bilang mereka perlu menemukan diri mereka sendiri.
Jika seseorang mengatakan bahwa mereka masih perlu menemukan diri mereka sendiri, kemungkinan besar mereka belum siap untuk menetap. "Terkadang, kita bisa bingung dengan gagasan bahwa calon pasangan kita ingin menemukan diri mereka sebagai pemikiran yang berkembang, yang dapat dilihat sebagai kualitas menarik dari seseorang yang ingin mengenal diri mereka lebih dalam," kata Ogren. "Tapi sering kali, ini adalah sinyal bahwa orang ini tidak berada di tempat untuk membuat komitmen jangka panjang atau membuat rencana jangka panjang," lanjutnya.
6. Lebih banyak menghabiskan acara berkelompok.
Jika Anda bersama pasangan kerap menghabisakan waktu bersama dalam acara berkelompok, pesta, dan lain sebagainya, itu bisa menandakan bahwa pasangan Anda tidak berada dalam ruang untuk hubungan jangka panjang yang berkomitmen secara emosional. "Kita dapat melihat ini melalui menghindari situasi tipe intim seperti perjalanan jauh bersama, memasak makan malam bersama, atau melakukan aktivitas 'hanya kalian berdua' yang mungkin biasa tetapi memungkinkan koneksi," kata Ogren.
Tanda ini bisa mudah dilewatkan karena Anda mungkin menganggap kekasih Anda hanya senang memperkenalkan Anda ke grup sosial mereka, kata Ogren. "Namun, untuk memiliki hubungan yang kuat dan sehat, kita juga perlu mengenal pasangab dan ingin mereka mengenal kita, pada tingkat yang lebih intim," catatnya. Itu berarti memiliki percakapan dan pengalaman mendalam dalam suasana satu lawan satu. (M-2)
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Pelajari arti sosial, jenis-jenisnya, dan bentuk interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Mudah dipahami untuk semua!
Confess: Ungkap makna pengakuan. Temukan kekuatan transformatifnya dalam hidup, hubungan, dan pertumbuhan pribadi. Pelajari cara confess yang efektif!
Kenali identitas sosial: definisi, faktor pembentuk (keluarga, budaya, lingkungan), dan contohnya. Pahami peran pentingnya dalam interaksi sosial. lihat selengkapnya disini!
Simpati: Memahami dan berbagi perasaan orang lain. Temukan makna mendalam, manfaat, dan cara menumbuhkan empati di sini!
Jalinan interaksi, kunci bahagia! Pelajari pentingnya hubungan sosial bagi kesehatan mental & kualitas hidup.
Tingkatkan empati: Pelajari cara menunjukkan simpati tulus, membangun hubungan bermakna, dan menebar kebaikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved