Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BEKERJA sif malam akan lebih mungkin menderita sindrom "gangguan tidur pekerja sif" dan tiga kali lebih mungkin terlibat dalam kecelakaan mobil. Demikian hasil studi yang dilakukan oleh tim University of Missouri, Amerika Serikat.
Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Sleep Science tersebut juga mengungkapkan ada kondisi tidur kronis lainnya yang mengintai pekerja sif malam. Di antaranya adalah sleep apnea (apnea tidur) dan insomnia. Masing-masing kondisi itu meningkatkan risiko tabrakan sebesar 29 dan 33 persen.
"Penemuan ini memiliki banyak implikasi utama, termasuk kebutuhan untuk mengidentifikasi tindakan-tindakan rekayasa untuk membantu mencegah kecelakaan ini terjadi," kata salah penulis studi, Praveen Edara, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Rabu (19/5).
"Tindakan-tindakan tersebut dapat mencakup ketersediaan tempat peristirahatan di jalan raya, pinggir jalan dan sistem pengingat di dalam kendaraan untuk meningkatkan perhatian pengemudi dan bagaimana mendorong pengemudi yang mungkin memiliki sif kerja larut malam untuk menggunakan moda transportasi lain, termasuk angkutan umum atau tumpangan," lanjutnya.
Temuan penelitian ini didasarkan pada studi mengemudi di dunia nyata yang disatukan oleh Program Penelitian Jalan Raya Strategis di AS. Kedepan, para peneliti ingin bermitra dengan pejabat kesehatan masyarakat yang memiliki spesialisasi dalam penelitian tentang tidur untuk memahami faktor pencetusnya dan solusi-solusinya.
"Itu juga akan memungkinkan kami untuk mengeksplorasi tindakan penanggulangan apa yang dapat kami kembangkan dan uji untuk meningkatkan keselamatan secara keseluruhan dari para pengemudi ini dan pengendara lain di sekitar mereka," kata Edara. Menurut Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS, mengemudi dalam keadaan mengantuk mengakibatkan 697 kematian pada 2019. (M-1)
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved