Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah kesuraman akibat pandemi covid-19, banyak orang mengaku juga telah menemukan hobi baru. Hal itu sebagai dampak banyaknya waktu luang akibat berkurangnya kegiatan di luar rumah.
Hobi baru yang dijalani secara rutin dalam batas minimal waktu tertentu rupanya juga bisa meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ). Hal tersebut terbukti dari sebuah survei yang dilakukan oleh komunitas swakriya daring, DIYs.com, beberapa waktu lalu.
DIYs.com melakukan studi pada lebih dari 4.500 orang yang telah menjalani hobi baru selama enam bulan dan mencari tahu bagaimana efeknya terhadap IQ masing-masing. Hasil studi menunjukan bahwa aktivitas seperti mempelajari instrumen baru atau merajut dapat meningkatkan IQ hampir 10 persen.
“Tahun ini telah menjadi tantangan untuk kita baik secara fisik, mental dan emosional sehingga lonjakan pada hobi baru tidak mengherankan. Berpartisipasi dalam aktivitas baru adalah cara praktis untuk membantu kesehatan mental kita, terutama jika kita terkurung di rumah dalam jangka waktu yang lama. Tanpa disadari, aktivitas ini meningkatkan kesejahteraan emosional kita sekaligus membuat kita lebih pintar,” kata Perwakilan DIYs, Stefan Gheorghe seperti dilansir dari Yahoo, Rabu, (3/2).
DIYs, menemparkan hobi bermain alat musik baru di daftar teratas dengan skor 9,71%. Rata-rata IQ yang diuji sebelumnya adalah 103 dan setelah enam bulan menjadi 113.
Sebuah penelitian yang pernah diterbitkan di Universitas Zurich juga menjelaskan, memainkan alat musik dapat meningkatkan IQ seseorang, bahkan pada mereka yang berusia lebih dari 65 tahun ke atas. Peningkatan itu terjadi karena seorang yang gemar bermain alat musik memiliki keterampilan analitis, kreativitas, memori, dan motorik.
Bermain instrumen atau alat musik baru juga dirasa meningkatkan IQ karena pada kesempatan tersebut, bagian tertentu pada otak seseorang akan dirangsang untuk mengerjakan beberapa hal sekaligus. Mulai dari menggerakan tangan, menghafal nada, dan mendengarkan musik.
Dalam daftarnya, DIYs menempatkan hobi merajut pada urutan kedua dengan peningkatan IQ sebesar 9,68%. Setelahnya, ada olahraga (7,37%), membaca (7,07%), meditasi, (6,38%), belajar bahasa baru (5,88%), bertaman (5,10%), grup video gim daring (4,81%), menyunting video (4.26%), mencoba resep baru (4,17%), menulis (4,12%), mewarnai (3,96%), menyusun jurnal (3,26%), dan bermain gim luring (2.00%), serta menjahit (1,03%). (M-1)
NEXT Indonesia Center menyampaikan hasil riset dugaan praktik misinvoicing atau selisih pencatatan kepabeanan dalam kegiatan ekspor batu bara.
ASOSIASI Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) mendorong penguatan peran dosen sebagai otoritas akademik melalui pengembangan riset orisinal yang berdampak.
Riset terbaru mengungkap 74,6% konsumen Indonesia menggunakan AI untuk cari produk. Simak fenomena Silver Surfer Paradox dan dampaknya bagi bisnis.
BPDP tercatat telah mendukung pendanaan terhadap sekitar 400 judul penelitian yang mencakup berbagai aspek mulai dari hulu hingga hilir industri kelapa sawit.
Riset Kaspersky mengungkap 90% Gen Z dan Milenial pilih simpan data digital. Simak tren penyimpanan data di Indonesia dan tips keamanan siber terbaru.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved