Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPID Eye Movement (REM) kadang juga disebut sebagai tahap 'paradoks' dalam tidur, karena dalam aktivitas ini terdapat kesamaan dengan aktivitas ketika otak masih bangun. Fase ini juga merupakan fase di mana sebagian besar mimpi kita terjadi.
Ketika dalam fase REM, aktivitas listrik tingkat tinggi akan mengalir ke beberapa bagian dalam otak termasuk di area yang berfungsi untuk mengatur memori atau emosi. Salah satu bagian yang dialiri adalah bagian hipotalamus yang terletak di dasar otak. Para ahli menyebutkan bagian ini memegang fungsi vital sebagai pengontrol nafsu makan, persepsi nyeri, hingga kontrol suhu dalam tubuh.
Penelitian terbaru tentang fungsi hipotalamus ini dilakukan oleh Lukas Oesch dari Inselspital University Hospital Bern, Swiss. Dilansir Dailymail.co.uk, Sabtu (29/8), Oesch menemukan pola aktivitas spesifik dari neuron hipotalamus lateral yang mengontrol rasa lapar seseorang, yang ternyata juga bekerja saat seseorang sedang memasuki fase REM dalam tidurnya.
Dalam eksperimennya terhadap tikus, tim peneliti yang ia pimpin kemudian mencoba mematikan aktivitas neuron hipotalamus lateral tersebut melalui teknik 'optogenetika' saat tikus tertidur. Eksperimen tersebut berhasil memanipulasi pola makan tikus, sehingga tikus makan lebih sedikit saat bangun.
"Kami terkejut ternyata intervensi yang kami lakukan terhadap tikus percobaan kami ternyata dapat memengaruhi aktivitas saraf di hipotalamus lateral-nya yang kemudian menyebabkan perilaku makan tikus tersebut berubah," ungkap Oesch.
Penemuan ini membuktikan bahwa aktivitas hipotalamus selama fase REM ini sangat berpengaruh terhadap kestabilan perilaku makan dari mamalia (termasuk manusia) terlebih lagi, aktivitas ini dapat diintervensi dengan mudah dibentuk.
"Penemuan ini menunjukkan bahwa fase tidur REM ternyata sangat diperlukan untuk menstabilkan asupan makanan," ujar ahli saraf Antoine Adamantidis dari University of Bern yang juga terlibat dalam penelitian ini.
Menurut para peneliti penemuan yang juga telah dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini bahkan dapat dikembangkan sebagai jenis terapi baru untuk mengobati gangguan makan dan juga berbagai kecanduan terhadap kebiasaan tertentu. (M-1)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Dietisien RS Pelni menekankan pentingnya protein, sayur, dan buah bagi tumbuh kembang anak serta risiko jangka panjang akibat kurang gizi.
Emotional eating itu salah satu bentuk perilaku makan yang merujuk pada kecenderungan seseorang mengonsumsi makanan karena kendali emosi, bukan karena lapar.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Aturan pemberian makan anak atau feeding rules tidak hanya bicara soal apa yang dimakan, tetapi mencakup tiga pilar utama: jadwal, prosedur, dan lingkungan.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Minat makan anak sangat dipengaruhi oleh pengalaman sensorik, termasuk variasi rasa dan aroma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved