Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pernahkah Anda terbangun dari mimpi yang sama sekali tidak masuk akal dan bertanya-tanya tentang apa mimpi itu sebenarnya?
Jika iya, jangan khawatir, karena belakangan para peneliti dari Nokia Bell Labs di Cambridge, Inggris sedang berusaha untuk membuat alat untuk menganalisa mimpi-mimpi aneh kita yang belum terpecahkan, yang kemudian diberi nama 'Dreamcatcher'.
Mimpi merupakan kelanjutan dari respons motorik otak terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang erat kaitannya dengan kesehatan mental seseorang.
Berbagai kajian terhadap mimpi pun, dalam konteks diagnosis dan pengobatan mental, mulai dilakukan oleh para ilmuwan untuk menguak rahasia apa yang terdapat dalam mimpi-mimpi aneh yang sering kita alami.
Artemidorus Daldianus merupakan sarjana yang mempelopori kajian tentang mimpi. Dia bahkan telah menulis sebuah karya yang berjudul 'The Interpretation of Dreams' pada paruh abad kedua Masehi. Kajian tentang mimpi semakin mendapat tempat dalam keilmuan psikologi di tahun 1890-an, setelah Sigmund Freud mempopulerkan pendekatan identifikasi psikis melalui objek-objek yang sering muncul dalam mimpi seseorang.
Kini, para ilmuwan Nokia Bell Labs di Cambridge, di Inggris yang sedang mengembangkan alat baru untuk mengkodifikasi mimpi yang disebut 'Dreamcatcher', memungkinkan mereka untuk menerjemahkan mimpi ke dalam suatu bahasa pemrograman. Hal ini selanjutnya dapat membantu para psikolog dalam mengidentifikasi kesehatan mental sang empunya mimpi. Dalam konteks terapeutik, tujuan utama dari pengembangan 'Dreamcatcher' ini adalah untuk membantu orang mengidentifikasi keadaan emosi latennya.
Dengan menggunakan alat baru ini, para peneliti telah berhasil mempelajari lebih dari 20.000 laporan mimpi dan menemukan korelasi antara objek-objek yang muncul dalam impian kita dengan kehidupan yang sebelumnya terjadi.
"Kami memvalidasi keefektifan 'Dreamcatcher' ini dalam menganotasi kesinambungan mimpi seseorang dengan kehidupan keseharian yang mereka alami dalam kerangka analisis psikologi," jelas perwakilan peneliti dari Nokia Bell Labs, seperti dilansir dailymail.co.uk , Rabu(26/8).
"Bagi mereka yang menderita mimpi buruk, menafsirkan mimpi mungkin merupakan cara terbaik untuk mengobati kondisi mereka," lanjutnya.
Penemuan ini juga telah dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open Science. (M-4)
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved