Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Fakta mengejutkan diungkapkan peneliti YouGov baru-baru ini. Ternyata kaum milenial merupakan generasi yang paling kesepian dalam sejarah.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada 1,254 generasi milenial dengan rentang usia 22-37 tahun, hampir sepertiganya menyatakan kesepian. Tidak hanya itu 20% generasi X dan 15% baby boomers merasakan terisolasi.
Yang lebih mengejutkan 20% milenial percaya mereka tidak memiliki teman. Para psikolog dunia mengeluhkan kita berada di tengah epidemik kesepian.

Kondisi ini seperti lingkaran setan. Isolasi berdampak buruk bagi kesehatan mental, yang membuat orang menarik diri, terisolasi, dan tertekan.
Masalah isolasi ini juga dikaitkan dengan melonjaknya tingkat kematian akibat putus asa di Amerika Serikat. Termasuk minuman fatal, overdosis obat, dan bunuh diri.
Namun bukan berarti generasi sebelumnya tidak merasakan terisolasi. Faktanya orang yang lebih tua, banyak dari mereka tumbuh dan menjadi dewasa dengan lebih sedikit orang dalam kedekatan fisik, memiliki cara terhubung dengan teknologi lebih sedikit.
Sedangkan milenial menghabiskan masa remajanya dengan kemampuan tidak semata menelepon, tapi teks, surel, foto, tweet, posting, chatting, dan live streaming dengan siapapun di belahan dunia lain.
Sementara Generasi X dan baby boomers mengatakan mereka memiliki banyak teman dibandingkan milenial. Namun saat ditanya jumlah teman mereka, tiga generasi itu mengungkapkan 1-4 orang teman.
Seperempat milenial mengatakan mereka tidak memiliki teman, 16% generasi X dan 9% baby boomer mengungkapkan hal yang sama. Sebaliknya generasi X hampir memiliki lebih dari 50 teman dibandingkan milenial.
Hanya 6% milenial mengatakan mereka memilik 50 teman atau lebih, dibandingkan baby boomer, 16% di antaranya memiliki jaringan sosial yang luas.
Selain itu berdasarkan survei persahabatan, baby boomer menjadi generasi paling ramah. Di mana 3% dari 55-75 tahun mengatakan memiliki lebih dari 50 teman dekat.
Meski begitu, 30% generasi milenial menjawab mereka tidak ada teman yang dianggap dekat, dibandingkan 27% generasi X dan seperempat baby boomers.
Sayangnya survei itu tidak menjelaskan kenapa mereka kesepian. Namun para psikolog dan peneliti sosial mengawasi dengan ketat media sosial yang mungkin menjadi pemicu perbandingan negatif. (Dailymail/M-3)
Baca juga : Kurangkah Gaji Fresh Graduate 8 Juta?
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved