Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPERCAYAAN knowledge workers atau profesional yang mengandalkan pengetahuan dan analisis dalam pekerjaannya di Indonesia terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan profesional ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh pengalaman pribadi mereka dibandingkan instruksi perusahaan. Fenomena ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi kini bergerak dari bawah ke atas (bottom-up).
Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh YouGov untuk Salesforce terhadap 1.002 pekerja berpengetahuan di Indonesia, sebanyak 68% responden menyatakan bahwa penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari meningkatkan kepercayaan mereka untuk mengaplikasikan alat serupa di pekerjaan. Bahkan, 70% pekerja mengaku merasa lebih percaya diri menggunakan AI di kantor setelah terbiasa menggunakannya secara personal.
Meskipun antusiasme pekerja sangat tinggi--dengan kurang dari 3% yang tidak berencana menggunakan agen AI--terdapat tantangan besar berupa kesenjangan keterampilan. Riset tersebut mengungkap fakta-fakta krusial berikut:
| Indikator | Persentase |
|---|---|
| Pekerja yang ingin memahami keterampilan AI baru | 37% |
| Pekerja yang menerima pelatihan AI dari perusahaan | 33% |
Minimnya pelatihan resmi ini memicu risiko munculnya Shadow AI, yaitu penggunaan alat AI yang tidak disetujui atau di luar pengawasan organisasi. Hal ini berpotensi menimbulkan kerentanan keamanan serius, seperti kebocoran data sensitif dan ketidakakuratan informasi akibat kurangnya pemahaman terhadap prompt engineering.
Area Vice President & President Director Salesforce Indonesia, Andreas Diantoro, menekankan bahwa bisnis memiliki peluang besar untuk mengonversi antusiasme karyawan menjadi nilai ekonomi jangka panjang. "Organisasi perlu membangun fondasi yang tepat: tata kelola tepercaya, sistem aman, dan dukungan keterampilan agar karyawan menjadi AI-fluent," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, menyatakan bahwa teknologi informasi adalah kunci transformasi nasional. "Dengan bantuan data akurat dan agen AI, kita bisa mengeksekusi kebijakan jauh lebih cepat, tepat, dan produktif," kata Silmy.
Penggunaan AI secara pribadi tidak hanya mengubah cara kerja, tetapi juga meningkatkan standar konsumen di Indonesia. Riset menunjukkan tuntutan baru terhadap pelaku bisnis:
Sebagai respons atas kebutuhan ini, Salesforce memperkenalkan Agentforce di Jakarta, platform yang menyatukan manusia, agen AI, aplikasi, dan data dalam satu ekosistem tepercaya. Platform ini dirancang untuk membantu perusahaan bertransformasi menjadi Agentic Enterprise, di mana ribuan agen AI dan manusia berkolaborasi menjalankan tugas kompleks secara otonom namun tetap terkendali.
Sejumlah perusahaan besar di Indonesia mulai mengadopsi transformasi digital ini untuk mendorong produktivitas dan pengalaman pelanggan yang lebih personal. (Ant/I-2)
Peneliti dari IMT School Lucca mengungkap bagaimana kepribadian dan pengalaman hidup membentuk mimpi. Temukan alasan mengapa mimpi terasa nyata atau aneh.
Dicoding kembali menggelar ajang tahunan bergengsi, Dicoding Developer Conference (DDC) 2026.
Rokid resmi merilis kacamata pintar berbasis AI di Indonesia. Perangkat wearable ini tawarkan asisten digital real-time dan layar micro-OLED canggih.
Google resmi meluncurkan fitur Personal Intelligence untuk Gemini di Indonesia. Hubungkan Gmail dan Google Photos dengan aman untuk asisten AI yang lebih cerdas.
Teknologi AI kini memperkuat layanan dialisis atau cuci darah dengan analisis data real-time untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien penyakit ginjal kronis.
BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri sebagai Guru Besar. Ia memperkenalkan konsep Audit 5.0 yang memadukan kecerdasan buatan dan nurani manusia.
Agentic AI memungkinkan perusahaan bergerak lebih cepat, adaptif, dan presisi dalam merespons kebutuhan pelanggan.
TEKNOLOGI agentic AI perlu dimanfaatkan sebagai instrumen strategis negara untuk mendorong kebijakan publik yang lebih presisi, adaptif, dan berbasis data di era digital.
Lenovo menyebut rata-rata, belanja teknologi AI diperkirakan akan tumbuh sebesar 15%. Alokasi dana ini mencakup pengembangan Agentic AI.
Berbeda dengan asisten AI konvensional yang memerlukan perintah langsung (prompt), Agentic AI mampu mengambil tindakan dan menjalankan alur kerja secara mandiri.
Agentic AI dinilai akan menjadi katalis dalam meningkatkan efisiensi operasional, otomatisasi keputusan, serta penciptaan nilai bisnis yang lebih cepat dan terukur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved