Kenapa Bintang Berkelip? Ini Penjelasan Ilmiah yang Jarang Diketahui

Abi Rama
07/4/2026 21:05
Kenapa Bintang Berkelip? Ini Penjelasan Ilmiah yang Jarang Diketahui
Fenomena buntang berkelip di langit malam.(Dok. Freepik)

Fenomena bintang yang tampak berkelip di langit malam sering menimbulkan rasa penasaran. Banyak yang mengira cahaya bintang tidak stabil. Padahal, secara ilmiah, bintang memancarkan cahaya yang konstan, tidak berkedip.

Efek kelap-kelip yang kita lihat dari Bumi sebenarnya adalah ilusi optik yang dipicu oleh atmosfer. Cahaya bintang yang menempuh perjalanan sangat jauh harus melewati lapisan udara Bumi sebelum mencapai mata manusia.

Fisikawan surya Ryan French dari University College London menjelaskan, cahaya bintang yang awalnya bergerak lurus akan mengalami pembiasan saat memasuki atmosfer. Variasi suhu, kepadatan, dan pergerakan udara membuat arah cahaya terus berubah secara acak.

Fenomena Stellar Scintillation

Perubahan arah cahaya yang terjadi cepat dan dinamis inilah yang menyebabkan bintang tampak berkelip, bergetar, bahkan berubah warna dan tingkat kecerahan. Dalam sains, fenomena ini dikenal sebagai stellar scintillation atau kelipan atmosfer.

Tingkat kelipan tidak selalu sama. Bintang yang berada dekat cakrawala terlihat lebih aktif karena cahayanya melewati atmosfer yang lebih tebal. Sebaliknya, bintang yang berada tepat di atas kepala tampak lebih stabil.

Kondisi cuaca juga berpengaruh. Udara yang tenang menghasilkan tampilan bintang yang lebih stabil, sementara angin, kelembapan tinggi, dan polusi udara memperkuat efek kelipan.

Mengapa Planet tidak Berkedip?

Berbeda dengan bintang, planet biasanya tampak bersinar stabil. Hal ini karena jaraknya yang lebih dekat ke Bumi, sehingga terlihat sebagai cakram kecil, bukan titik cahaya.

Ukuran tampilan yang lebih besar membuat gangguan atmosfer tidak terlalu memengaruhi cahaya planet. Akibatnya, cahaya planet tidak mengalami pembiasan ekstrem seperti bintang.

Tantangan dan Manfaat bagi Astronom

Bagi astronom, kelipan bintang menjadi tantangan serius. Fenomena ini menyebabkan objek langit tampak bergoyang saat diamati melalui teleskop, kondisi yang dikenal sebagai astronomical seeing.

Untuk mengurangi gangguan, observatorium dibangun di lokasi tinggi dan kering seperti puncak gunung. Lingkungan ini memiliki atmosfer yang lebih tipis dan stabil. Selain itu, penggunaan teknologi teleskop canggih dan pemilihan waktu pengamatan juga meningkatkan kualitas observasi.

Namun, fenomena ini tidak selalu merugikan. Dengan mempelajari perubahan cahaya bintang, ilmuwan dapat memahami kondisi atmosfer Bumi secara lebih mendalam, mulai dari penelitian cuaca hingga pengembangan teknologi observasi ruang angkasa.

Kelipan bintang yang terlihat sederhana ternyata merupakan hasil interaksi kompleks antara cahaya bintang dan atmosfer Bumi. Apa yang tampak seperti cahaya yang “menari” di langit malam sebenarnya adalah efek fisika yang dinamis.

Fenomena ini bukan hanya memperindah langit malam, tetapi juga membuka jendela pengetahuan tentang atmosfer dan alam semesta. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya