Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Fenomena bintang yang tampak berkelip di langit malam sering menimbulkan rasa penasaran. Banyak yang mengira cahaya bintang tidak stabil. Padahal, secara ilmiah, bintang memancarkan cahaya yang konstan, tidak berkedip.
Efek kelap-kelip yang kita lihat dari Bumi sebenarnya adalah ilusi optik yang dipicu oleh atmosfer. Cahaya bintang yang menempuh perjalanan sangat jauh harus melewati lapisan udara Bumi sebelum mencapai mata manusia.
Fisikawan surya Ryan French dari University College London menjelaskan, cahaya bintang yang awalnya bergerak lurus akan mengalami pembiasan saat memasuki atmosfer. Variasi suhu, kepadatan, dan pergerakan udara membuat arah cahaya terus berubah secara acak.
Perubahan arah cahaya yang terjadi cepat dan dinamis inilah yang menyebabkan bintang tampak berkelip, bergetar, bahkan berubah warna dan tingkat kecerahan. Dalam sains, fenomena ini dikenal sebagai stellar scintillation atau kelipan atmosfer.
Tingkat kelipan tidak selalu sama. Bintang yang berada dekat cakrawala terlihat lebih aktif karena cahayanya melewati atmosfer yang lebih tebal. Sebaliknya, bintang yang berada tepat di atas kepala tampak lebih stabil.
Kondisi cuaca juga berpengaruh. Udara yang tenang menghasilkan tampilan bintang yang lebih stabil, sementara angin, kelembapan tinggi, dan polusi udara memperkuat efek kelipan.
Berbeda dengan bintang, planet biasanya tampak bersinar stabil. Hal ini karena jaraknya yang lebih dekat ke Bumi, sehingga terlihat sebagai cakram kecil, bukan titik cahaya.
Ukuran tampilan yang lebih besar membuat gangguan atmosfer tidak terlalu memengaruhi cahaya planet. Akibatnya, cahaya planet tidak mengalami pembiasan ekstrem seperti bintang.
Bagi astronom, kelipan bintang menjadi tantangan serius. Fenomena ini menyebabkan objek langit tampak bergoyang saat diamati melalui teleskop, kondisi yang dikenal sebagai astronomical seeing.
Untuk mengurangi gangguan, observatorium dibangun di lokasi tinggi dan kering seperti puncak gunung. Lingkungan ini memiliki atmosfer yang lebih tipis dan stabil. Selain itu, penggunaan teknologi teleskop canggih dan pemilihan waktu pengamatan juga meningkatkan kualitas observasi.
Namun, fenomena ini tidak selalu merugikan. Dengan mempelajari perubahan cahaya bintang, ilmuwan dapat memahami kondisi atmosfer Bumi secara lebih mendalam, mulai dari penelitian cuaca hingga pengembangan teknologi observasi ruang angkasa.
Kelipan bintang yang terlihat sederhana ternyata merupakan hasil interaksi kompleks antara cahaya bintang dan atmosfer Bumi. Apa yang tampak seperti cahaya yang “menari” di langit malam sebenarnya adalah efek fisika yang dinamis.
Fenomena ini bukan hanya memperindah langit malam, tetapi juga membuka jendela pengetahuan tentang atmosfer dan alam semesta. (Z-10)
Nebula Trifid atau M20 adalah objek langit unik yang terbagi tiga bagian. Terletak 5.000 tahun cahaya dari Bumi, nebula ini menjadi tempat lahirnya bintang baru.
Hujan meteor Lyrid diperkirakan mencapai puncak pada malam ini hingga dini hari. Simak waktu terbaik pengamatan, kondisi langit, dan tips melihatnya dari Indonesia.
Pink Moon 2026 akan menghiasi langit awal April dan bisa disaksikan dari Indonesia. Simak jadwal puncak, waktu terbaik melihatnya, serta fakta menarik tentang fenomena bulan purnama ini.
Jelajahi daftar fenomena langit April 2026 di Indonesia, mulai dari Pink Moon, Elongasi Merkurius, hingga puncak Hujan Meteor Lyrid yang memukau.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved