Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI bawah Gunung Jinping di Provinsi Sichuan, Tiongkok, tersembunyi sebuah fasilitas ilmiah yang dikenal sebagai China Jinping Underground Laboratory (CJPL).
Laboratorium bawah tanah ini telah direnovasi dan diperluas. Menjadikannya fasilitas fisika bawah tanah terbesar dan terdalam di dunia.
Dengan kedalaman mencapai 2.400 meter di bawah permukaan, CJPL didedikasikan untuk salah satu pencarian terbesar dalam ilmu pengetahuan modern: memecahkan misteri Materi Gelap (Dark Matter).
Kedalaman 2.400 meter di bawah lapisan batu padat bukanlah kebetulan. Kedalaman ekstrem ini berfungsi sebagai perisai alami terhadap sinar kosmik (partikel berenergi tinggi dari luar angkasa) yang terus-menerus menghujani Bumi.
Sinar kosmik dapat mengganggu eksperimen ilmiah yang membutuhkan kondisi lingkungan yang sangat tenang.
Di kedalaman ini, gangguan sinar kosmik berkurang drastis, menciptakan lingkungan ultra-low background radiation yang sempurna untuk mendeteksi partikel yang sangat sulit ditangkap.
Tujuan utama CJPL adalah untuk memfasilitasi eksperimen yang mencari bukti keberadaan Materi Gelap. Materi Gelap diperkirakan membentuk sekitar 85% dari total massa alam semesta, namun tidak memancarkan cahaya atau berinteraksi secara elektromagnetik, membuatnya tak terlihat dan misterius.
Di dalam CJPL yang diperluas, para ilmuwan menjalankan serangkaian eksperimen sensitif, seperti:
Perluasan CJPL telah meningkatkan volumenya menjadi lebih dari 330.000 meter kubik. Peningkatan skala ini memungkinkan para peneliti untuk memasang lebih banyak detektor dengan sensitivitas yang jauh lebih tinggi. Hal itu meningkatkan peluang mereka untuk akhirnya mendeteksi Materi Gelap.
Status CJPL menempatkan Tiongkok di garis depan dalam perlombaan global untuk menemukan Materi Gelap. Fasilitas ini menyediakan lingkungan yang tak tertandingi, memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan eksperimen dengan presisi yang sebelumnya tidak mungkin tercapai di laboratorium dangkal.
Keberhasilan dalam mendeteksi dan memahami Materi Gelap tidak hanya akan memecahkan misteri besar dalam fisika, tetapi juga merevolusi pemahaman kita tentang evolusi dan struktur alam semesta.
Sumber: kilasanberita.id, space.com, people.cn, globaltimes.cn, news.cn
Badan Antariksa Eropa (ESA) membuka proyek sains warga Space Warps. Publik diajak mencari lensa gravitasi langka dalam data Teleskop Euclid yang belum pernah dipublikasikan.
Peneliti ungkap bagaimana materi gelap membantu pembentukan lubang hitam supermasif di awal semesta, memecahkan misteri temuan teleskop James Webb.
Simulasi kosmologis HyperMillennium menjadi yang terbesar di dunia, membantu ilmuwan memahami evolusi alam semesta, materi gelap, dan pembentukan galaksi.
Astronom temukan alasan mengapa galaksi kerdil di sekitar Bima Sakti memiliki bentuk yang serupa. Ternyata ada "takdir kosmik" yang mengatur evolusi mereka.
Menggunakan data misi Gaia, ilmuwan menemukan 87 kandidat aliran bintang (stellar streams) baru. Penemuan ini menjadi kunci memetakan materi gelap.
Peneliti menemukan bukti baru ekspansi alam semesta mungkin lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Apakah ini jawaban atas perdebatan panjang para astronom?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved