Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA meteor akan menghiasi langit pada Oktober 2025! Hujan meteor Draconid akan membuka pertunjukan, disusul oleh Orionid. Cari tahu kapan masing-masing mencapai puncaknya dan apa saja yang bisa dinikmati saat mengamatinya.
Hujan meteor Draconid akan mencapai puncaknya pada 8 Oktober 2025, sekitar pukul 19.00 UTC (Jam dunia).
Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada malam 8 Oktober, hingga menjelang dini hari 9 Oktober, ketika langit mulai gelap.
Sayangnya, pengamatan tahun ini agak menantang karena cahaya terang dari bulan gibbous, yang mulai memudar masih akan mendominasi langit. Untuk pengalaman terbaik, sebaiknya cari posisi yang bisa menghalangi cahaya bulan.
Fenomena Draconid sendiri berlangsung dari 6 hingga 10 Oktober, dengan radian yang tampak tinggi di langit pada jam-jam malam.
Berdekatan dengan peristiwa ini, bulan purnama jatuh pada 7 Oktober pukul 03:48 UTC, sehingga cahayanya masih cukup kuat, saat hujan meteor berlangsung.
Dalam kondisi ideal dengan langit gelap tanpa gangguan cahaya bulan, pengamat bisa menyaksikan sekitar 10 meteor Draconid per jam di puncaknya.
Hujan meteor Draconid memiliki ciri khas unik karena lebih aktif pada jam-jam awal malam, berbeda dengan kebanyakan hujan meteor yang memuncak menjelang dini hari.
Biasanya, fenomena ini hanya memperlihatkan sedikit meteor per jam, namun dalam kasus langka bisa berubah menjadi badai, dengan ratusan meteor melesat sekaligus. Hal inilah yang membuat banyak pengamat tetap menantikan Draconid, meski cahaya bulan masih cukup terang.
Hujan meteor ini berasal dari debu Komet 21P/Giacobini-Zinner, yang baru saja mencapai perihelion pada Maret 2025.
Kondisi tersebut membuka peluang meningkatnya aktivitas Draconid tahun ini. Walaupun belum bisa dipastikan, kemungkinan terjadinya badai meteor membuat fenomena ini, menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh astronom, maupun pecinta langit di seluruh dunia.
Hujan meteor Orionid diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 21 Oktober 2025, pukul 00.00 UTC. Waktu terbaik untuk menyaksikan peristiwa ini adalah setelah tengah malam, hingga menjelang fajar pada tanggal tersebut.
Fenomena Orionid berlangsung cukup lama, yakni dari 26 September hingga 22 November, karena selama periode itu Bumi melewati aliran debu kosmik yang ditinggalkan oleh komet Halley.
Titik radiant Orionid mulai terlihat sebelum tengah malam dan mencapai posisi tertinggi, sekitar pukul 2 pagi. Tahun ini, pengamatan akan sangat menguntungkan, karena puncaknya bertepatan dengan fase bulan baru, pada 21 Oktober pukul 12:25 UTC, sehingga langit benar-benar gelap tanpa gangguan cahaya bulan.
Dalam kondisi ideal, pengamat bisa melihat sekitar 10-20 meteor per jam. Orionid terkenal cepat, kadang meninggalkan jejak bercahaya yang bertahan beberapa saat, bahkan sesekali menghasilkan bola api terang, yang menambah keindahan fenomena ini.
Oktober 2025 akan dihiasi dua hujan meteor utama. Draconid, yang unik karena aktif di awal malam dan kadang berubah menjadi badai. Serta, Orionid yang berpuncak saat bulan baru, dengan meteor cepat dan kadang meninggalkan jejak atau bola api. Keduanya menjanjikan pemandangan langit yang menakjubkan. (Earth Sky/Z-1)
Fenomena langit Mei 2026 menghadirkan hujan meteor Eta Aquarid hingga Blue Moon langka. Simak jadwal lengkap dan cara terbaik melihatnya di sini.
Hujan meteor Lyrid diperkirakan mencapai puncak pada malam ini hingga dini hari. Simak waktu terbaik pengamatan, kondisi langit, dan tips melihatnya dari Indonesia.
Panduan lengkap cara melihat hujan meteor Lyrid dan fenomena langit lainnya. Tips memotret meteor hanya dengan HP dan waktu terbaik pengamatan di Indonesia
HUJAN meteor Lyrid merupakan salah satu hujan meteor tertua yang diketahui. Rupanya, penampakan meteor Lyrid telah diamati selama 2.700 tahun.
Kilatan cahaya singkat yang muncul di sisi gelap Bulan pada Desember 2025 bukan hanya peristiwa astronomi biasa.
Salah satu fenomena utama terjadi pada Maret 2026, ketika gerhana Bulan total dapat diamati dari Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved