Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA langit yang langka akan kembali menghiasi dunia tahun 2025. Gerhana matahari parsial diprediksi akan terjadi dua kali, yakni pada 29 Maret 2025 kemarin dan 21 September 2025.
Gerhana matahari parsial berbeda dengan gerhana total. Pada gerhana parsial, matahari tidak tertutup sepenuhnya, melainkan hanya sebagian. Meski begitu, fenomena ini tetap menjadi daya tarik utama bagi para pengamat langit dan wisatawan di berbagai belahan dunia.
Beberapa negara memiliki keistimewaan tersendiri saat gerhana ini muncul. Pasalnya, beberapa negara dapa melihat fenomena ini secara jelas. Menurut laporan dari Space.com dan Conde Nast Traveler, daftar negara berikut memiliki potensi untuk menjadi objek memantau fenomena langka ini.
Menjadi salah satu lokasi terbaik dengan cakupan gerhana hingga 89%. Kota Ilulissat dan Nuuk diperkirakan menawarkan pemandangan yang indah saat puncak gerhana.
Warga bisa menyaksikan gerhana dengan penutupan sekitar 83%. Menjadi salah satu tempat paling strategis di Amerika Utara untuk melihat gerhana matahari sebagian.
Mengalami gerhana dengan cakupan sekitar 68%. Dikenal dengan kondisi langit cerah serta lanskap alam yang indah untuk menjadi objek pengamatan.
Meski cakupannya lebih kecil, sekitar 15%-18%, kawasan ini tetap menjadi alternatif menarik. Pengunjung dapat memadukan pengalaman melihat gerhana dengan wisata budaya dan sejarah.
Pada gerhana parsial Equinox, Dunedin di Selandia Baru bisa mencapai 72% cakupan. Di Hobart, Australia, meski hanya sekitar 3%, fenomena tetap menarik untuk disaksikan.
Para ahli mengingatkan, menyaksikan gerhana matahari parsial tetap memerlukan perlindungan khusus untuk mata. Kacamata gerhana dengan filter aman wajib digunakan, karena menatap matahari secara langsung dapat menyebabkan kerusakan serius pada retina.
Dengan dua kali kesempatan besar pada tahun ini, gerhana matahari parsial diperkirakan akan menjadi salah satu tontonan langit paling ditunggu oleh masyarakat dunia. Bukan hanya penggemar astronomi, wisatawan pun diyakini akan menjadikan fenomena ini sebagai alasan untuk melakukan perjalanan ke berbagai belahan bumi. (Space/Conde Nast Traveler/Z-2)
KLAIM yang menyebutkan bahwa Bumi akan mengalami kegelapan total selama beberapa menit pada Agustus 2027 sempat ramai beredar di media sosial.
Pada 2 Agustus 2027 mendatang, bulan akan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutupi cahaya Matahari sepenuhnya di wilayah tertentu.
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal fase penumbra hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Adapun durasi khusus pada fase totalitas
BERBEDA dari tahun 2025 yang terasa kurang meriah akan fenomena gerhana matahari, tahun 2026 hingga 2028 nanti Bumi akan mengalami rangkaian gerhana ganda.
Tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari cincin ini akan terletak pada Stasiun Concordia yang merupakan stasiun penelitian gabungan Prancis-Italia
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved