Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEMUAN 18 jejak kaki raksasa di pantai selatan Australia menjadi bukti, dinosaurus pernah hidup di dekat Antartika saat Australia masih menyatu dengan kutub selatan.
Jejak tersebut meliputi 18 jejak yang dibuat theropoda sedang hingga besar dengan tinggi pinggul 0,8 hingga 1,9 m, dan empat jejak yang dibuat dinosaurus ornithopod kecil dengan tinggi pinggul 40 hingga 48 cm.
Profesor Anthony Martin dari Universitas Emory, penulis pertama penelitian ini dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Jejak-jejak yang banyak ini adalah bukti terbaik sejauh ini bahwa lingkungan kutub sebelumnya mendukung keberadaan karnivora besar". "Theropoda besar kemungkinan memangsa mangsa seperti dinosaurus kecil, ikan, dan kura-kura."
Baca juga : Spesies Dinosaurus Baru Ditemukan di Australia
Ia menambahkan, jejak terbesar dari temuan saat ini adalah sepanjang 18,5 inci. "Tinggi pinggul theropoda itu kira-kira sama dengan tinggi manusia modern atau sedikit lebih dari enam kaki."
Meski begitu, Martin menjelaskan temuannya mengenai begitu banyak jejak theropoda menegaskan kalau berbagai dinosaurus benar-benar hidup dan berjalan di tanah tempat tulang mereka ditemukan. "Jejak dinosaurus sebenarnya jauh lebih umum di lokasi tersebut daripada yang kami sadari sebelumnya."
Lebih lanjut, pertanyaan tentang bagaimana dinosaurus bertahan hidup di musim dingin kutub telah menarik perhatian para paleontologi, sejak dua rekan penulis Martin, Dr. Thomas Rich dan Profesor Pat Vickers-Rich mengungkap keberadaan mereka pada 1970-an. Apakah mereka berhibernasi, bermigrasi ke utara, atau bertahan hidup dengan sedikit makanan yang tersedia. Dan ini masih menjadi pertanyaan yang terus berlanjut.
Jejak kaki tersebut tidak dapat menjawab pertanyaan itu, tetapi jejak kaki tersebut menunjukkan bahwa, setidaknya pada saat-saat tertentu, mangsa berukuran sedang sangat melimpah sehingga pemakan daging berukuran besar dapat menjadikan daerah tersebut sebagai rumah mereka. Di sisi lain, tidak adanya herbivora berukuran besar, dan kurangnya karnivora berukuran kecil, merupakan hal yang menarik. (Emory University/IFL Science/Z-3)
Kapal ternak terbesar dunia MV Al Kuwait kirim 17.000 sapi ke Indonesia. Pakar IPB ungkap alasan ketergantungan impor dan risiko ekonomi Rp11 triliun.
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
Ilmuwan menemukan fosil Megalibgwilia owenii di museum setelah 120 tahun. Penemuan ini mengungkap keberadaan landak semut raksasa di Australia saat Zaman Es.
Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet Republik Indonesia @sekretariat.kabinet.
Presiden Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa (21/4) sore.
Hobi olahraga ini diakui Acha bukan sekadar untuk menjaga penampilan, melainkan demi kesehatan jangka panjang dan menjaga stamina sebagai seorang ibu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved