Tersimpan 120 Tahun, Fosil Landak Semut Raksasa Purba Ditemukan di Museum Victoria

Nadhira Izzati A
23/4/2026 13:08
Tersimpan 120 Tahun, Fosil Landak Semut Raksasa Purba Ditemukan di Museum Victoria
Landak semut berparuh panjang raksasa (Megalibgwilia owenii).(Chris Edser/Museums Victoria)

SEBUAH penemuan paleontologi luar biasa terungkap bukan dari penggalian tanah terbaru, melainkan dari sebuah penyimpanan di Museums Victoria Research Institute yang telah tersimpan selama 120 tahun. Fragmen tengkorak landak semut raksasa purba, yang dikenal sebagai Megalibgwilia owenii atau Landak Semut Raksasa Owen, ditemukan tersembunyi di antara tumpukan fosil yang belum disortir.

Penemuan yang telah diterbitkan dalam jurnal Alcheringa: An Australasian Journal of Palaeontology ini mengonfirmasi untuk pertama kalinya, hewan ini pernah berkeliaran di wilayah Victoria, Australia, selama Zaman Es atau Kala Pleistosen, 2,5 juta tahun yang lalu.

Ditemukan di Dalam Museum

Fosil ini awalnya ditemukan tahun 1907 oleh petugas museum Frank Spry di Gua Foul Air, sebuah gua di kompleks Buchan, East Gippsland. Selama lebih dari satu abad, tulang sepanjang jari manusia itu terabaikan dan kemungkinan besar salah diidentifikasi sebagai tulang kaki belakang kangguru kecil.

Keberadaan fosil ini baru disadari kembali pada tahun 2021 oleh Tim Ziegler, manajer koleksi paleontologi vertebrata di Museums Victoria Research Institute, saat ia sedang melakukan pendokumentasian sistematis terhadap ribuan tulang kuno.

“Saya ingat mengambil satu fragmen tulang ini, yang panjangnya tidak lebih dari jari Anda. Itu hanya satu di antara banyak tulang, saya rasa itu mungkin disalahpahami sebagai anggota badan belakang kangguru kecil,” ungkap Tim Ziegler. 

Namun, setelah mengamati simetri fosil dan lengkungan langit-langit mulutnya, Ziegler menyadari bahwa itu adalah paruh landak semut yang sangat besar.

Karakteristik Fisik Si Raksasa Owen

Secara fisik, Landak Semut Raksasa Owen memiliki ukuran yang mengesankan dengan panjang mencapai satu meter dan berat hingga 15 kg, atau sekitar dua kali lipat ukuran landak semut (echidna) Australia modern. Meskipun ukurannya serupa dengan landak semut moncong panjang yang saat ini hidup di hutan tropis Papua Nugini, struktur tulangnya jauh lebih kuat.

Ziegler menjelaskan bahwa tulang-tulang hewan ini menunjukkan adanya bekas otot yang lebih dalam dan menonjol, yang menandakan bahwa hewan ini menggunakan tenaga yang jauh lebih besar saat berinteraksi dengan lingkungannya, seperti merobek kulit kayu pohon atau menggali tanah keras untuk mencari larva serangga dan ngengat bogong.

Melengkapi Celah Distribusi Spesies Australia

Identifikasi spesimen dari Buchan ini sangat penting bagi dunia ilmu pengetahuan karena berhasil mengisi celah distribusi spesies sepanjang 1.000 km. Sebelumnya, fosil Megalibgwilia owenii telah ditemukan di Australia Barat, Australia Selatan, New South Wales, hingga Tasmania, namun entah mengapa tidak pernah ditemukan di Victoria.

Keberhasilan identifikasi ini melibatkan penggunaan teknologi pemindaian 3D untuk membandingkan fosil tersebut dengan spesimen echidna modern dan purba lainnya di seluruh Australia.

Ziegler menekankan banyak penemuan ilmiah signifikan saat ini lahir dari pemeriksaan ulang materi yang diekskavasi puluhan atau ratusan tahun lalu.

“Koleksi museum menjaga hubungan antara sains, warisan, dan masyarakat. Penemuan menakjubkan berikutnya bisa datang dari dalam museum, dari kerja lapangan yang berkelanjutan, atau mata tajam dari seorang warga ilmuwan. Saya tidak sabar untuk mengetahuinya,” ungkapnya. (The Guardian/Discover Wild Life/The Conversation/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya