Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Timsus gabungan Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya menemukan saksi dan alat bakti baru terkait kasus pembunuhan dengan cara mutilasi terhadap Angela.
Sebelumnya, Anna Laksita Leialoha yang merupakan anak dari korban mutilasi, yakni Angela Hindriati Wahyuningsih, ditemukan tewas terjatuh dari apartemen pada 2018 lalu.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Resa F Marasabessy menjelaskan apartemen milik Angela berpindah tangan kepada Ecky melalui transaksi jual beli.
Setelah membunuh awalnya dia akan menguburkan langsung jasad Angela ke dalam box container. Namun, jasad utuh Angela tidak muat dimasukkan ke dalam box container.
MEL sengaja menyimpan jasad Angela Hindriati Wahyuningsih, 54, selama lebih dari satu tahun di rumah kontrakannya di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Tersangka kasus pembunuhan M Ecky Listiantho (34) memutilasi tubuh Angel Hindriati Wahyuningsi (54) setelah dua minggu membunuhnya.
Diketahui, tersangka kasus pembunuhan dengan mutilasi MEL diduga menjalin hubungan asmara dengan Angela.
Berdasarkan pemeriksaan laboratorium forensik, diduga Angela dibunuh sekitar November 2021.
Tersangka kasus pembunuhan dengan mutilasi M Ecky Listiantho (34) diduga menjalin hubungan dengan terduga korban Angela Hindriati Wahyuningsi (51).
Hengki mengatakan tim forensik butuh waktu dalam mengidentifikasi jasad korban. Pasalnya, korban diduga telah dimutilasi dan disimpan dalam waktu cukup lama di dalam kontainer.
Hasil identifikasi itu nantinya diserahkan ke penyidik yang menangani perkara untuk membantu pengungkapan proses hukum kasus pembunuhan disertai mutilasi.
Hengki menyebutkan, dugaan tersebut mengacu pada temuan tulang korban. Tulang jasad wanita tersebut meninggalkan bekas bergerigi.
Korban ditemukan saat polisi mencari orang hilang atas nama M Ecky Listiantho, 34. Ecky dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Jumat (23/12) pagi.
Warga sekitar mengatakan penemuan jasad wanita itu berawal dari pencarian seorang laki-laki berinisial MEL yang dilaporkan hilang oleh petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya.
"Kami sayangkan bahwa persidangan di Mahmil Jayapura dan Surabaya tidak dilakukan dengan transparan. Keluarga korban tidak diberitahu termasuk pengacaranya
Korban yang sebelumnya dilaporkan sudah beberapa hari menghilang ini ditemukan dengan kondisi kepala sudah terpisah dan kaki terputus, bahkan dimakan binatang buas.
Dalam rangka itu, KSP juga sudah menerima Pansus DPR Papua untuk melakukan koordinasi dan pendalaman beberapa informasi.
Untuk menjamin hal tersebut pihaknya ingin agar pihak keluarga bisa bertemu langsung Panglima TNI sehingga mendapat informasi utuh sesuai fakta di lapangan.
Keluarga meminta agar proses hukum pelaku dilakukan secara transparan melalui peradilan umum; tidak dipisah-pisahkan, ada yang di Peradilan Militer dan ada pelaku (sipil) di peradilan umum.
Aksi pembunuhan dan mutilasi itu dilakukan suami korban yang berinisial HM, 44.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved