Dewa United dan Bhayangkara FC Damai, Usai Insiden Tendangan Kungfu di Pertandingan EPA U-20

Khoerun Nadif Rahmat
22/4/2026 17:14
Dewa United dan Bhayangkara FC Damai, Usai Insiden Tendangan Kungfu di Pertandingan EPA U-20
MEDIASI antara manajemen Dewa United dan Bhayangkara FC berujung damai di Markas Dewa United Arena, Pagedangan, Banten, Rabu (22/4),(Dok. Dewa United)

MEDIASI antara manajemen Dewa United dan Bhayangkara FC berujung damai setelah insiden kekerasan dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20.  Pertemuan yang berlangsung di Dewa United Arena, Pagedangan, Banten, Rabu (22/4), menjadi momentum penyelesaian konflik antara kedua kubu.

Insiden tersebut melibatkan pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga, terhadap pemain Dewa United, Raka Nurholis, dalam laga di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).

Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, menyatakan bahwa pihak klub menerima permintaan maaf dari kubu lawan demi masa depan para pemain muda. Namun, ia menegaskan bahwa proses evaluasi internal tetap berjalan bagi siapa pun yang melanggar kode etik.

"Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah memaaf-maafkan. Kembali lagi, anak-anak ini adalah tanggung jawab kita sama-sama. Anak-anak ini bukan anak-anak kita, tapi anak-anak kami. Jadi anak-anak kami itu adalah anak-anak yang kita harus lindungi sama-sama. Tadi juga Alberto sudah minta maaf kepada Raka," ujar Firman kepada pewarta, Rabu (22/4).

Firman juga menambahkan bahwa pihaknya akan tetap menindaklanjuti keterlibatan staf pelatih maupun pemain yang lepas kontrol dalam laga Dewa United vs Bhayangkara FC tersebut.

"Jika ada sesuatu yang melanggar kode etik dan indisipliner dan membuat cemar nama Dewa United, maka itu ditindaklanjuti secepatnya," tegasnya.

Senada dengan Firman, Direktur Bhayangkara Akademi, Agus Rumekso Carel, menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat Dewa United dalam menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Ia menekankan pentingnya evaluasi pembinaan bagi pemain yang masih berusia muda.

"Kami atas nama Bhayangkara FC sudah meminta maaf memang kepada Dewa United, kepada adik-adik kita semuanya untuk bisa memaafkan. Karena memang tidak ada sedikit pun niatan dari awal untuk adanya pertandingan ini menjadi hal yang tidak kita inginkan. Namun kita maklumi bersama karena usia yang masih relatif muda sehingga emosionalnya masih belum bisa terkontrol," kata Agus Rumekso.

Disisi lain, Fadly Alberto, hadir langsung untuk menyampaikan penyesalan bersama dengan seluruh tim maupun staff Bhayangkara FC U20. Fadly mengakui bahwa tindakannya sangat merugikan citra sepak bola nasional.

"Saya memohon maaf atas tindakan saya waktu pertandingan. Mungkin karena murni emosi saya yang enggak bisa saya kontrol dan saya melakukan tindakan yang tidak sportif. Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena ini tindakan yang mungkin paling bodohlah di sepak bola yang tentunya masyarakat Indonesia tidak suka," ungkap Fadly.

Raka Nurholis, yang menjadi korban dalam insiden Dewa United vs Bhayangkara FC, menyatakan telah memaafkan Alberto. Meskipun saat ini masih dalam masa pemulihan dan menunggu hasil MRI, Raka berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kedua belah pihak.

"Saya memaafkan Alberto, memang mungkin pada saat kejadian emosinya tidak terkontrol tapi saya memakluminya. Semoga dengan kejadian ini kita bisa mengambil hikmah dan bisa mengevaluasinya untuk kita bersama," pungkas Raka. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya