Drama 'Pazza Inter' Berlanjut: Cristian Chivu Bidik Double Winner Usai Singkirkan Como

Thalatie K Yani
22/4/2026 05:58
Drama 'Pazza Inter' Berlanjut: Cristian Chivu Bidik Double Winner Usai Singkirkan Como
Cristian Chivu(Inter Milan)

IDENTITAS "Pazza Inter" atau Inter yang gila benar-benar kembali melekat pada skuat Nerazzurri musim ini. Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui hanya timnya yang mampu membalikkan keadaan dari tertinggal dua gol menjadi kemenangan sebanyak dua kali melawan tim yang sama dalam kurun waktu hanya 10 hari.

Kemenangan dramatis 3-2 atas Como di semifinal Coppa Italia, Rabu (22/4/2026) malam, menjadi ulangan dari laga Serie A pada 12 April lalu. Saat itu, Inter juga tertinggal 0-2 sebelum akhirnya menang 4-3. Kali ini, dua gol dari Hakan Calhanoglu dan satu gol penentu dari Petar Sucic memastikan tiket final bagi Inter Milan.

Mentalitas Pemain Cadangan

Dalam wawancara dengan Sport Mediaset, Chivu memberikan kredit khusus kepada para pemain pelapisnya. Masuknya nama-nama seperti Andy Diouf, Petar Sucic, dan Francesco Pio Esposito dari bangku cadangan menjadi kunci perubahan alur pertandingan.

"Kami memiliki skuat yang telah bekerja sangat baik sejak awal musim, jadi ketika mereka dipanggil, mereka menunjukkan kemampuan mereka. Mereka yang datang dari bangku cadangan hari ini memahami momen dan apa yang perlu dilakukan," ujar Chivu.

Chivu juga menjelaskan kondisi Denzel Dumfries yang tidak menjadi starter. Pemain asal Belanda itu diketahui mengalami masalah tendon, namun tetap menunjukkan komitmen tinggi untuk bermain di menit-menit akhir demi membantu tim.

Mengejar Ambisi Double Winner

Keberhasilan melaju ke final Coppa Italia pada 13 Mei mendatang membuka peluang emas bagi Inter untuk meraih dua gelar sekaligus musim ini. Pasalnya, saat ini Inter juga kokoh di puncak klasemen Serie A dengan keunggulan 12 poin.

"Kami mendapatkan posisi ini dengan kerja keras, menempatkan diri kami pada posisi yang memungkinkan kami untuk bermimpi, untuk mencapai target gelar Serie A dan trofi Coppa Italia," tambah Chivu.

Menariknya, istilah "Pazza Inter" yang sempat meredup di era Antonio Conte dan Simone Inzaghi kini kembali bergaung. Meski media mulai membandingkan kesuksesannya dengan Jose Mourinho saat meraih Treble pada 2010, di mana Chivu saat itu menjadi pemainnya, sang pelatih tetap bersikap rendah hati.

"Itu karena kalian di media menyukai tajuk utama, tapi saya hanyalah Cristian. Tanggung jawab saya hanya kepada para pemain ini. Saya hanya mencoba melakukan pekerjaan saya dengan cara terbaik bagi mereka yang percaya pada saya," pungkasnya.

Inter Milan kini tinggal menunggu pemenang antara Lazio atau Atalanta sebagai lawan mereka di partai puncak yang akan digelar di Stadion Olimpico. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya