Simeone Umbar Ambisi Trofi Liga Champions

Dhika Kusuma Winata
15/4/2026 16:36
Simeone Umbar Ambisi Trofi Liga Champions
Logo Atletico Madrid vs Barcelona(ChatGPT)

AMBISI Atletico Madrid untuk menaklukkan Eropa kembali menguat. Setelah menyingkirkan Barcelona di perempat final, sang pelatih Diego Simeone yakin timnya kini siap untuk akhirnya meraih trofi Liga Champions.

Meski kalah 1-2 pada leg kedua di kandang sendiri, Rabu (15/4) dini hari, Atletico tetap melaju berkat keunggulan agregat 3-2 hasil kemenangan 2-0 di Camp Nou.

Hasil itu memperpanjang napas Los Rojiblancos di kompetisi yang selama ini menjadi obsesi panjang klub. Simeone tidak menutup-nutupi tekadnya untuk juara.

“Kami akan melangkah dengan penuh harapan dan keyakinan. Kami tahu kelebihan dan kekurangan kami,” ucap Simeone.

“Kami siap. Kami akan mengejar apa yang sudah kami impikan selama bertahun-tahun," imbuhnya.

Selama lebih dari satu dekade menakhodai Atletico, Simeone membangun identitas skuad sebagai tim tangguh dengan karakter kuat. Namun, dua kali kesempatan di final selalu kandas.

Kekalahan di final edisi 2014 dan 2016 dari rival sekota Real Madrid menjadi bayang-bayang yang belum sepenuhnya hilang. Kini, dengan komposisi pemain yang terus berubah, Simeone kembali membawa Atletico ke empat besar Eropa untuk pertama kalinya sejak 2017.

“Sudah 14 tahun saya di sini, dan tetap terasa menyenangkan melihat tim ini terus bersaing. Kami membangun ulang berkali-kali, dan sekarang kembali berada di antara tim terbaik Eropa,” katanya.

Laga melawan Barcelona menjadi cermin ketangguhan mental Atletico. Sempat tertinggal cepat melalui gol Lamine Yamal dan Ferran Torres, Atletico tidak runtuh.

Gol balasan dari Ademola Lookman menjadi penentu kelolosan. Pemain senior Atletico, Antoine Griezmann, menyebut keyakinan tim tidak pernah goyah meski Atletico hanya kerap menjadi kuda hitam yang tak difavoritkan.

"Dengan dukungan suporter dan kualitas yang kami miliki, kami yakin bisa mencetak gol. Kami tidak cukup tenang dalam menguasai bola, tetapi kami berhasil mencapai semifinal," ucap Griezmann.

Di sisi lain, kubu Barcelona kecewa berat. Pelatih Barca Hansi Flick merasa timnya layak melangkah lebih jauh. Namun, faktor disiplin menjadi titik lemah Barcelona. Barca bermain dengan 10 orang dalam dua leg. Di markas Atletico, giliran Eric Garcia yang diusir wasit sehingga mereka kehilangan momentum krusial.

“Kami memainkan babak pertama yang luar biasa, tetapi harus mencetak lebih banyak gol. Jika melihat dua pertandingan, kami pantas lolos. Saya bangga dengan mentalitas pemain," kata Hansi Flick. (AFP/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya