Meski Kalah dari Inter, Cesc Fabregas Bangga dengan Keberanian Como

Thalatie K Yani
13/4/2026 10:04
Meski Kalah dari Inter, Cesc Fabregas Bangga dengan Keberanian Como
Cesc Fabregas(AFP)

MANAJER Como, Cesc Fabregas, mengaku sangat bangga dengan performa anak asuhnya meski harus menelan kekalahan tipis 4-3 dalam laga dramatis melawan pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan. Bermain di Stadion Sinigaglia, Como sempat mengejutkan publik dengan unggul dua gol terlebih dahulu sebelum akhirnya ditumbangkan oleh efektivitas serangan Nerazzurri.

Como memulai laga dengan sempurna lewat gol dari Alex Valle dan Nico Paz yang membawa mereka memimpin 2-0. Namun, Inter Milan menunjukkan kelasnya sebagai tim klinis dengan membalikkan keadaan di babak kedua melalui brace dari Marcus Thuram dan Denzel Dumfries. Penalti Lucas Da Cunha di akhir laga belum cukup menyelamatkan Como, terlebih setelah upaya Alberto Moreno hanya membentur mistar gawang di masa injury time.

Karakter dan Keberanian Menghadapi Raksasa

Usai pertandingan, Fabregas menegaskan bahwa ia tidak terlalu peduli dengan posisi timnya di klasemen saat ini. Fokus utamanya adalah perkembangan identitas permainan Como.

“Saya tidak tahu di posisi mana kami berada di klasemen, karena saya belum memeriksanya sejak awal musim dan saya tidak akan melakukannya sekarang,” ujar Fabregas kepada DAZN Italia.

“Tim saya sekali lagi membuktikan bahwa mereka berani, bersemangat, dan bahkan dalam kekalahan pun menunjukkan karakter. Memang benar kami melakukan kesalahan, tapi ini adalah tim muda dan kami menghadapi lawan yang akan menghukum Anda untuk setiap kesalahan.”

Fabregas juga menyoroti statistik timnya yang mampu melepaskan 20 tembakan ke arah gawang Inter. "Jika Anda memberi tahu saya dua tahun lalu bahwa kami akan menantang Inter seperti ini, saya akan berasumsi bahwa kita sedang mengatur pertandingan persahabatan. Namun sekarang, kami melawan mereka di lapangan yang setara."

Mentalitas Jadi Pembeda

Fabregas menilai titik balik pertandingan terjadi ketika Marcus Thuram mencetak gol di pengujung babak pertama. Menurutnya, momentum emosional jauh lebih berpengaruh daripada sekadar perubahan taktik di lapangan.

“Anda bisa bicara taktik sesuka hati, tapi pada akhirnya mentalitaslah yang membuat perbedaan,” tegas mantan bintang Arsenal tersebut. Ia menyayangkan kurangnya komunikasi lini belakang yang memicu gol pertama Inter, namun tetap meminta pemainnya mempertahankan cara bermain yang agresif.

“Menjadi kompetitif melawan Inter hari ini adalah langkah penting dalam proses pertumbuhan kami,” tambahnya.

Fokus Menuju Semifinal Coppa Italia

Kekalahan ini membuat Como turun ke peringkat kelima, terpaut dua poin dari Juventus di zona Liga Champions. Meski persaingan menuju kompetisi Eropa sangat ketat, Fabregas memilih untuk tetap membumi dan belajar dari kegagalan.

“Kesalahan adalah bagian dari permainan. Hal itu sering kali membantu Anda tumbuh lebih cepat karena memaksa Anda untuk melihat lebih teliti dan tidak hanya berpuas diri. Itu berlaku dalam hidup maupun sepak bola,” jelasnya.

Como akan kembali menghadapi tantangan besar melawan Inter Milan dalam sepuluh hari ke depan pada laga penentuan semifinal Coppa Italia di San Siro, 21 April mendatang. Fabregas berharap anak asuhnya bisa mengambil pelajaran berharga dari laga ini untuk membalas dendam di kompetisi piala. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya