Juventus vs Milan 0-0, Spalletti: Hanya Pemain Bermental 'Juve' yang Bisa Bertahan

Thalatie K Yani
27/4/2026 09:10
Juventus vs Milan 0-0, Spalletti: Hanya Pemain Bermental 'Juve' yang Bisa Bertahan
Luciano Spalletti menyoroti performa Juventus usai bermain imbang 0-0 lawan AC Milan. (Juventus)

JUVENTUS membawa pulang satu poin dari San Siro setelah bermain imbang 0-0 melawan AC Milan pada Matchday 34 Serie A. Meski memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi delapan laga, pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan peringatan keras kepada skuadnya mengenai ketatnya persaingan menuju zona Liga Champions.

Pertandingan berlangsung taktis. Bianconeri sebenarnya sempat membobol gawang tuan rumah melalui Khephren Thuram, namun dianulir karena offside. Sebaliknya, Milan nyaris unggul andai sepakan Alexis Saelemaekers tidak membentur mistar gawang. Hasil ini membuat posisi Juventus di peringkat empat kini ditempel ketat oleh Como dan Roma yang hanya berselisih tiga poin.

Waspadai Jebakan AC Milan

Luciano Spalletti mengakui bahwa timnya sempat bermain terlalu lambat di babak pertama, yang hampir memberikan ruang bagi Milan untuk melancarkan serangan balik mematikan.

"Kami tetap berpegang pada rencana permainan dan mencoba mendikte pertandingan, tetapi kami sedikit terlalu lambat dan mudah ditebak di babak pertama. Anda harus selalu waspada terhadap Milan. Bahayanya adalah saat Anda merasa nyaman melawan mereka," ujar Spalletti kepada DAZN Italia.

Spalletti juga menyoroti performa Jonathan David yang bekerja keras di lini depan namun sering terisolasi tanpa dukungan yang cukup. Mengenai kondisi pemain bintang seperti Dusan Vlahovic dan Kenan Yildiz yang baru masuk di menit-menit akhir, sang pelatih menegaskan tidak ingin mengambil risiko karena keduanya baru pulih dari cedera.

Ujian Mentalitas di Garis Finis

Dengan empat laga tersisa, Spalletti menekankan akhir musim ini akan menjadi pembuktian siapa pemain yang layak mengenakan seragam Juventus. Kelelahan fisik di penghujung musim menurutnya bukan alasan untuk mengendurkan disiplin.

"Ini adalah saatnya sprint terakhir, dan pada tahap inilah kelelahan dari musim yang panjang mulai menumpuk. Di situlah Anda bisa membedakan siapa yang layak berada di Juventus dan siapa yang tidak. Kita harus mengonfirmasi budaya disiplin diri, kerja keras, dan tekad yang ada di klub ini," tegasnya.

Fokus Menuju Target

Nada optimis juga datang dari gelandang Manuel Locatelli. Meski kecewa gagal mencetak gol kemenangan, ia yakin Juventus akan mencapai target lolos ke Liga Champions jika mampu menyapu bersih laga-laga berikutnya.

"Kami terus mencoba mencetak gol hingga akhir, tetapi kami tidak berhasil melakukannya. Apa yang perlu kita lakukan sekarang? Kita perlu memenangkan beberapa pertandingan berikutnya; jika kita melakukannya, kita pasti akan mencapai tujuan kita untuk lolos ke Liga Champions," kata Locatelli.

Hasil imbang ini sekaligus mempertegas solidnya pertahanan Juventus. Dari tujuh laga terakhir di Serie A, gawang Si Nyonya Tua tercatat hanya kebobolan satu gol. Kini, tantangan sebenarnya ada di konsistensi lini serang untuk mengunci tiket kompetisi tertinggi Eropa tersebut. (AC Milan/Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya