Tottenham Hotspur vs Sunderland: Tottenham Kian Terbenam di Zona Degradasi

Thalatie K Yani
13/4/2026 04:47
Tottenham Hotspur vs Sunderland: Tottenham Kian Terbenam di Zona Degradasi
Debut Roberto De Zerbi di Tottenham Hotspur berakhir dengan kekalahan dari Sunderland. Spurs kini terpuruk di zona degradasi dengan enam laga tersisa.(Tottenham Hotspur)

ERA kepemimpinan Roberto de Zerbi di Tottenham Hotspur dimulai dengan catatan kelam. Bertandang ke markas Sunderland, The Lilywhites harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-0. Kekalahan ini semakin menenggelamkan Spurs ke dalam jurang degradasi Liga Premier Inggris.

De Zerbi ditunjuk menjadi nakhoda baru menggantikan Igor Tudor yang hanya bertahan 44 hari di London Utara. Namun, pergantian kursi pelatih terbukti belum mampu menghentikan tren negatif Spurs. Mereka kini tercatat tidak pernah menang dalam 14 pertandingan terakhir di liga, bahkan belum mencicipi satu pun kemenangan sepanjang tahun 2026.

Nasib Sial dan Cedera Kapten

Pertandingan di Stadium of Light berlangsung alot dengan kualitas permainan yang kurang menonjol. Spurs sebenarnya tampil penuh kerja keras, namun kreativitas serangan mereka sangat minim. Petaka bagi tim tamu datang lewat gol yang bermula dari ketidaksengajaan.

Tembakan jarak jauh Nordi Mukiele dari luar kotak penalti membentur bek Spurs, Micky van de Ven. Bola yang berubah arah membuat kiper Antonin Kinsky mati langkah dan hanya bisa melihat gawangnya kebobolan. Nasib buruk Spurs kian lengkap saat kapten tim, Cristian Romero, harus ditarik keluar sambil menangis akibat cedera setelah bertabrakan dengan rekan setimnya sendiri, Kinsky.

Hasil ini membuat Tottenham tertahan di posisi tiga terbawah, tertinggal dua poin dari West Ham United yang baru saja meraih kemenangan besar atas Wolves.

Spurs Kehilangan Kepercayaan Diri

Roberto de Zerbi kini menghadapi tugas maha berat untuk menyelamatkan raksasa London ini dari ancaman turun kasta. Dengan hanya menyisakan enam pertandingan, De Zerbi menyaksikan skuad yang tampak kehilangan inspirasi dan kepercayaan diri. Peluang terbaik mereka hanya datang melalui Dominic Solanke di akhir babak pertama, namun berhasil digagalkan pertahanan lawan.

Kurangnya reaksi para pemain setelah tertinggal gol menjadi sinyal merah bagi De Zerbi. Spurs tidak lagi merasakan kemenangan sejak mengalahkan Crystal Palace pada 28 Desember tahun lalu, sebuah statistik yang sangat mengkhawatirkan bagi klub sebesar Tottenham.

Sunderland Kian Gemilang

Berbanding terbalik dengan Spurs, Sunderland terus membuktikan diri sebagai kuda hitam musim ini. Di bawah arahan Regis le Bris, tim yang berstatus promosi ini justru bersaing di posisi 10 besar dan mulai masuk dalam perbincangan kualifikasi kompetisi Eropa.

Kunci keberhasilan The Black Cats terletak pada performa Granit Xhaka. Gelandang berusia 33 tahun yang didatangkan dari Bayer Leverkusen itu menjadi dirigen permainan yang tenang dan berpengalaman. Sunderland tampil jauh lebih terorganisir dan mengancam sepanjang laga, memastikan musim luar biasa mereka terus berlanjut sekaligus memperparah krisis di kubu Tottenham. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya