Roberto De Zerbi: Saya tak Lebih Baik dari Thomas Frank/Igor Tudor

Andhika Prasetyo
11/4/2026 05:01
Roberto De Zerbi: Saya tak Lebih Baik dari Thomas Frank/Igor Tudor
Pelatih Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi(Tottenham Hotspur)

 

Pelatih baru Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menegaskan bahwa dirinya tidak merasa lebih unggul dibandingkan dua pendahulunya, Thomas Frank dan Igor Tudor. Ia justru menekankan keinginannya untuk membawa identitas dan pendekatan sendiri demi membantu tim keluar dari situasi sulit.

Pernyataan tersebut disampaikan De Zerbi menjelang laga debutnya bersama Spurs, klub yang saat ini tengah berjuang menjauh dari zona degradasi di Liga Inggris. Ia menyebut bahwa fokus utamanya bukan membandingkan diri dengan pelatih sebelumnya, melainkan memberikan kontribusi terbaik melalui gaya, karakter, serta kekuatan yang dimilikinya.

De Zerbi dijadwalkan menjalani pertandingan pertamanya saat Tottenham menghadapi Sunderland. Sunderland vs Tottenham berlangsung pada Minggu (12/5).

Pelatih asal Italia tersebut resmi ditunjuk pada 31 Maret dan langsung dihadapkan pada tantangan besar untuk memperbaiki performa tim. Saat ini, Tottenham berada dalam posisi yang cukup mengkhawatirkan karena hanya terpaut satu poin dari zona degradasi dengan tujuh pertandingan tersisa musim ini. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap De Zerbi meningkat sejak awal masa jabatannya.

Kedatangan De Zerbi juga menandai pergantian pelatih ketiga Tottenham dalam satu musim, setelah sebelumnya ditangani oleh Frank dan Tudor. Bahkan, Tudor hanya bertahan selama 44 hari dengan total tujuh pertandingan sebelum akhirnya digantikan.

Meski menghadapi situasi sulit, De Zerbi mengaku bangga dipercaya menangani klub sebesar Tottenham. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen, khususnya Vinai Venkatesham dan Johan Lange, yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Performa Tottenham sendiri tengah berada dalam tren negatif. Sepanjang tahun 2026, tim belum mampu meraih kemenangan di kompetisi domestik dan hanya mencatatkan dua kemenangan sejak Oktober 2025. Selain itu, langkah mereka di Liga Champions UEFA juga terhenti setelah kalah agregat 5-7 dari Atletico Madrid di babak 16 besar.

Secara historis, Tottenham bukanlah tim yang sering terdegradasi. Sejak 1950, klub ini hanya sekali turun dari kasta tertinggi, yakni pada musim 1977–1978. Namun, kondisi saat ini membuat ancaman tersebut kembali nyata dan menambah urgensi bagi De Zerbi untuk segera membawa perubahan.

Mantan pelatih Brighton & Hove Albion itu menilai kesempatan menangani Tottenham sebagai momen penting dalam kariernya. Ia menyadari bahwa waktu persiapan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri, sehingga memahami permasalahan tim dengan cepat menjadi kunci utama.

Selain itu, De Zerbi juga menyoroti pentingnya dukungan suporter dalam situasi sulit ini. Ia meminta para pemain untuk menunjukkan semangat juang, sikap yang tepat, serta komitmen penuh di lapangan demi mengangkat performa tim.

Secara keseluruhan, debut De Zerbi bersama Tottenham tidak hanya menjadi awal perjalanan baru bagi sang pelatih, tetapi juga menjadi momen krusial bagi klub untuk menentukan nasib mereka di sisa musim. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya