Ballon d’Or untuk Harry Kane

Suryopratomo
10/4/2026 05:00
Ballon d’Or untuk Harry Kane
Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola(MI/Seno)

DI periode 2008-2023, sepak bola seakan hanya milik Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Setiap kali ada penentuan siapa pemain terbaik di dunia, hanya dua pemain itulah yang bergantian untuk terpilih.

Hanya dua kali mereka gagal untuk meraih Ballon d’Or. Pertama, di 2018, ketika pemain asal Prancis, Karim Benzema, menyeruak tampil di antara kedua megabintang tersebut. Dan, sekali lagi pada 2022, ketika playmaker asal Kroasia di klub Real Madrid, Luca Modric, terpilih sebagai pemain terbaik dunia.

Era duopoli itu sekarang sudah berakhir. Baik Messi maupun Ronaldo sudah bersiap lengser keprabon. Usia memaksa mereka untuk tampil di kompetisi yang tidak lagi seketat seperti dulu.

Sekarang kesempatan bagi pemain baru tampil mengambil panggung sebagai pemain terbaik. Salah satu yang muncul sebagai calon kuat ialah skipper tim nasional Inggris, Harry Kane. Kane menunjukkan kematangannya sebagai pemain. Kini, ia tidak hanya terpaku sebagai ujung tombak. Di klub Bayern Muenchen, tempatnya bergabung sekarang, Kane diberi kebebasan untuk menjelajah lapangan.

Dengan permainannya saat ini, Kane menjadi sulit untuk dijaga. Tiba-tiba ia bisa berada di kotak penalti lawan untuk mengejutkan barisan pertahanan dan sekaligus kiper lawan.

Di usia yang ke-32, Kane menjadi jauh lebih produktif. Sampai pertandingan perempat final Liga Champions Selasa malam lalu, sudah 54 gol ia cetak ke gawang tim-tim lawan.

Di Bundesliga sendiri, dari 26 pertandingan yang sudah dimainkan, kapten kesebelasan Inggris itu sudah mencetak 32 gol. Kalau produktivitasnya bisa bertahan hingga akhir kompetisi nanti, bukan mustahil Kane akan membuat rekor baru Bundesliga untuk jumlah gol yang bisa dicetak dalam satu musim.

Sekarang ini, rekor dipegang pemain asal Polandia, Robert Lewandowski. Saat bermain untuk Bayern Muenchen, Lewandowski bisa menjebol 41 kali gawang lawan sehingga memecahkan rekor legenda sepak bola Jerman, Gerd Mueller.

 

TIGA CAPAIAN 

Ada tiga momen yang bisa mengukuhkan Kane sebagai pemain terbaik dunia. Pertama ialah Bundesliga yang sudah pasti gelar juaranya diraih Bayern Muenchen. Kalau bisa memecahkan rekor jumlah gol dalam satu musim, Kane pun akan mendapat nilai plus.

Kedua ialah ajang Liga Champions. Kemenangan 2-1 atas Real Madrid di Stadion Bernabeu merupakan pencapaian yang luar biasa. Kane menyumbangkan satu gol yang sangat dibutuhkan untuk membawa Bayern Muenchen lolos ke semifinal.

Ketiga tentunya Piala Dunia 2026 Juni mendatang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sudah 60 tahun 'the Three Lions' tidak pernah bisa mengangkat piala lagi. Perjalanan mereka paling tinggi hanya sampai semifinal.

Inilah kesempatan emas bagi Kane untuk mengajak para pemain muda mengembalikan kebesaran sepak bola Inggris. Dengan pemain-pemain yang tumbuh dari kompetisi yang sangat ketat, saatnya bagi St George’s Cross untuk meraih pencapaian tertinggi.

Sudah lama juga tidak ada pemain Inggris yang tampil sebagai pemain terbaik dunia. Terakhir penghargaan itu diraih Michael Owen pada 2001, atau seperempat abad yang lalu.

Di bawah kepemimpinan pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel, Inggris sangat serius untuk mempersiapkan diri. Pertandingan uji coba mulai dilakukan untuk mengukur kemajuan dan kelemahan yang masih ada.

Kompetisi dalam negeri merupakan kunci penentu keberhasilan tim nasional. Liga Primer sekarang ini diakui sebagai kompetisi terbaik di dunia. Hampir semua pemain terbaik dunia sekarang bermain di Liga Inggris.

Munculnya pemain baru seperti Eberechi Eze dan Morgan Rogers ke dalam tim nasional merupakan indikator bahwa kompetisi berjalan dengan baik. Tinggal bagaimana Tuchel meramu semua pemain yang ia miliki untuk menjadi tim yang solid dan siap untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2026.

Keberhasilan Inggris di Piala Dunia 2026 akan mengukuhkan Kane sebagai calon terkuat pemain terbaik dunia tahun ini. Kalau dua gelar itu bisa disatukan, akan menjadi pencapaian yang luar biasa.

 

MBAPPE DAN YAMAL 

Ada dua pemain yang diperkirakan akan bisa membuyarkan mimpi Kane. Pemain pertama ialah penyerang asal Prancis Kylian Mbappe. Ia pemain muda setelah Pele yang ingin membawa negaranya memenangi Piala Dunia.

Satu yang belum bisa dicapai Mbappe dalam kariernya ialah memenangi Piala Champions. Keputusannya untuk meninggalkan Paris Saint Germain dan pindah ke Real Madrid disebabkan ia ingin merasakan manisnya piala tertinggi antarklub Eropa tersebut.

Namun, pilihannya untuk meninggalkan PSG musim lalu ternyata keliru. PSG justru mengangkat Piala Champions setelah ditinggalkan Mbappe, sementara prestasi Real Madrid sedang terpuruk.

Kekalahan di kandang sendiri Selasa lalu menjauhkan mimpi pemain muda asal Prancis itu untuk merasa indahnya mengangkat Piala Champions. Itu menjadi faktor yang mengurangi peluang Mbappe untuk menyaingi Kane.

Saingan kedua Kane ialah bintang baru Spanyol Lamine Yamal. Dua tahun lalu Yamal sudah memperlihatkan kualitasnya sebagai pemain besar dunia dengan membawa 'La Furia Roja' memenangi Piala Eropa.

Kalau tahun ini Yamal bisa membawa Spanyol untuk kedua kalinya memenangi Piala Dunia, ia bisa mengukuhkan diri sebagai pemain terbaik dunia. Sukses itu akan menutupi kemungkinan gagalnya Barcelona memenangi Liga Champions.

Rabu (8/4) malam lalu di luar dugaan, Barca dipaksa menyerah 0-2 oleh Atletico Madrid di Camp Nou. Pertandingan kedua menjadi lebih berat untuk bisa membuat mereka lolos ke semifinal.

Waktu 103 hari sampai pengumuman pemenang Ballon d’Or menjadi menarik. Semua masih bisa terjadi termasuk jika Declan Rice bisa membawa Arsenal memenangi Piala Champions dan Inggris merebut Piala Dunia, atau Vitinha apabila sukses membawa PSG mempertahankan Piala Champions dan Portugal merebut Piala Dunia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya