Bayern Munchen Bangkit dari Ketertinggalan 3 Gol, Kompany: Saya Suka Karakter Ini

Thalatie K Yani
26/4/2026 08:50
Bayern Munchen Bangkit dari Ketertinggalan 3 Gol, Kompany: Saya Suka Karakter Ini
Vincent Kompany terkesan dengan cara pemainnya bangkit.(Bayern Muenchen)

BAYERN Munchen menunjukkan alasan mengapa mereka layak menyandang gelar juara Bundesliga musim ini melalui aksi comeback yang akan dikenang lama. Bertandang ke markas FSV Mainz 05, Die Roten sempat tertinggal 3-0 di babak pertama sebelum akhirnya mengamuk di paruh kedua dan menutup laga dengan kemenangan dramatis 4-3.

Empat gol balasan Bayern masing-masing dicetak oleh Nicolas Jackson (53’), Michael Olise (73’), Jamal Musiala (81’), dan Harry Kane (83’). Kemenangan emosional ini memicu reaksi positif dari jajaran pelatih dan pemain yang memuji semangat pantang menyerah tim.

Kompany Puji Karakter "Penyelamat" Tim

Pelatih Vincent Kompany mengakui babak pertama adalah mimpi buruk bagi timnya. Namun, ia sangat terkesan dengan cara para pemainnya bangkit dan merayakan kemenangan seolah-olah mereka baru saja lolos dari jurang degradasi.

"Kami merayakannya seolah-olah kami baru saja menyelamatkan diri dari degradasi, saya sangat menyukai mentalitas seperti ini. Jika Anda membutuhkan keajaiban di akhir musim, Anda tidak bisa memulainya dari nol. Anda harus meraih perasaan dan keyakinan itu, dan hal tersebut ada hari ini," ujar Kompany.

Senada dengan sang pelatih, Direktur Olahraga Christoph Freund menyebut karakter tim ini sangat istimewa. "Bereaksi seperti itu setelah babak pertama yang buruk sungguh luar biasa. Semangat tim dan karakter ini benar-benar unik," tambahnya.

Pelajaran dari Harry Kane dan Jamal Musiala

Harry Kane mengakui Bayern sempat tampil ceroboh dan berada di bawah standar mereka pada 45 menit pertama. Ia memberikan kredit bagi Mainz yang mampu menghukum setiap kesalahan pertahanan The Reds.

"Kami mengatakan di jeda pertandingan bahwa kami perlu membawa energi dan intensitas lebih. Datang kembali dari tertinggal 3-0 menunjukkan mentalitas yang kami miliki," tegas kapten timnas Inggris tersebut.

Sementara itu, Jamal Musiala menegaskan meski gelar juara sudah di tangan, rasa lapar akan kemenangan tidak boleh padam. "Kenyataan bahwa kami masih memiliki rasa lapar untuk membalikkan keadaan adalah perasaan yang baik. Kami membutuhkan perasaan ini untuk minggu-minggu mendatang jika ingin menang lebih banyak lagi," kata Musiala.

Kekecewaan di Kubu Mainz

Di sisi lain, pelatih Mainz Urs Fischer tampak terpukul dengan hasil ini. Ia menyayangkan timnya yang seolah berhenti bermain di babak kedua setelah tampil heroik di paruh pertama.

"Kami bermain luar biasa di babak pertama, namun hampir berhenti di babak kedua. Kami sempat berbicara saat jeda agar tidak hanya bertahan, tapi itulah yang terjadi. Anda butuh 90 menit yang mengesankan untuk bisa mengalahkan Bayern, dan kami gagal melakukannya hari ini," pungkas Fischer.

Gelandang Mainz, Nadiem Amiri, bahkan menyebut kualitas serangan Bayern di babak kedua tidak mungkin bisa dibendung. Menurutnya, laga ini menjadi bukti otentik mengapa Bayern Munchen saat ini dianggap sebagai tim terbaik di dunia. (Bayern Muenchen/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya