Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Arsenal, Mikel Arteta, memberikan reaksi jujur usai timnya memetik kemenangan krusial 1-0 atas Sporting Lisbon pada leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (8/4). Meski membawa pulang modal berharga dari Stadion Jose Alvalade, Arteta mengakui bahwa performa anak asuhnya jauh dari kata sempurna.
Pelatih asal Spanyol tersebut tidak menampik bahwa The Gunners sempat kesulitan mengembangkan permainan. Arsenal yang datang dengan bayang-bayang dua kekalahan domestik terlihat bermain kurang lepas, terutama dalam upaya membongkar pertahanan gerendel tuan rumah.
Dalam konferensi pers pascapertandingan, Arteta menyoroti aspek ofensif timnya yang dinilai kurang menggigit sepanjang 90 menit. Ia merasa aliran bola Arsenal tidak secepat biasanya, yang membuat Sporting memiliki waktu untuk menutup ruang.
“Kami harus lebih tajam, lebih cepat, dan lebih efisien saat menyerang,” tegas Arteta. “Ada beberapa peluang, termasuk gol yang dianulir, tetapi umpan terakhir kami kurang baik. Pada akhirnya, satu momen menentukan hasil."
Arteta juga secara tersirat mengakui bahwa timnya sempat berada dalam posisi tertekan sebelum gol Kai Havertz lahir di masa injury time. Ia memuji ketenangan para pemainnya yang tetap fokus meski permainan tidak berjalan sesuai rencana awal.
Walaupun dilabeli sebagai "kemenangan jelek" oleh sejumlah pengamat, Arteta justru melihat sisi positif dari aspek mentalitas. Baginya, kemampuan memenangkan laga di saat performa sedang menurun adalah ciri tim yang memiliki karakter kuat.
“Di fase seperti ini, semua pemain harus memberi dampak. Malam ini mereka melakukannya,” ujarnya merujuk pada kontribusi pemain dari bangku cadangan dan determinasi hingga menit akhir.
| Aspek Analisis | Komentar Arteta |
|---|---|
| Evaluasi Serangan | Tim kurang tajam dan umpan terakhir (final pass) tidak akurat. |
| Kunci Kemenangan | Satu momen penentu dan dampak kolektif dari seluruh pemain. |
| Mentalitas | Menunjukkan karakter kuat untuk bangkit dari tren negatif domestik. |
| Target Leg Kedua | Wajib meningkatkan level permainan untuk bisa melaju ke semifinal. |
Menutup pernyataannya, Arteta menegaskan bahwa keunggulan satu gol belum menjamin posisi aman. Ia menuntut peningkatan performa yang signifikan saat Arsenal menjamu Sporting di London pada leg kedua nanti.
"Kami berada di posisi menguntungkan, tapi kami perlu bermain lebih baik jika ingin melangkah lebih jauh," pungkasnya. (Z-1)
Kemenangan dramatis di leg pertama melalui gol larut Kai Havertz terbukti menjadi modal paling berharga bagi Arsenal untuk menyingkirkan Sporting Lisbon.
PERTANDINGAN Arsenal vs Sporting Lisbon leg kedua perempat final Liga Champions akan berlangsung di Stadion Emirates, Kamis (16/4) pukul 02.00 WIB. The Gunners bermain tanpa punggawa kunci
Arsenal menjamu Sporting Lisbon di Emirates Stadium dengan modal keunggulan 1-0. Simak prediksi susunan pemain dan analisis laga penentu semifinal.
Mikel Arteta meminta Arsenal tampil tanpa rasa takut melawan Sporting di leg kedua perempat final Liga Champions demi tiket semifinal.
ARSENAL menghadapi ujian krusial jelang leg kedua perempat final Liga Champions yakni pertandingan Arsenal vs Sporting Lisbon di Stadion Emirates, Kamis (16/5) dini hari pukul 02.00 WIB.
Pelatih Sporting Rui Borges yakin timnya mampu menyingkirkan Arsenal di leg kedua perempat final meski kalah tipis 0-1 pada pertemuan pertama.
Saksikan duel Atletico Madrid vs Arsenal di semifinal Liga Champions. Cek jadwal, prediksi, dan link live streaming Atletico Madrid vs Arsenal di sini.
Kepastian ini didapatkan setelah Arsenal bermain imbang 0-0 pada leg kedua babak perempat final melawan Sporting CP di Stadion Emirates, Kamis dini hari WIB.
Mikel Arteta tegaskan Arsenal incar kemenangan atas Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 demi gelar perdana.
Prediksi Atletico Madrid vs Arsenal di semifinal Liga Champions. Diego Simeone hadapi Mikel Arteta di Civitas Metropolitano.
Catatan masa lalu memang belum berpihak. Final satu-satunya pada 2006 berakhir pahit saat takluk dari Barcelona.
Simeone tak menutup mata terhadap situasi tersebut. Menurutnya, satu-satunya cara meredam kekecewaan ialah dengan meraih kemenangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved