Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Nasional Inggris berhasil mengalahkan Swiss lewat adu penalti dalam perebutan tempat ketiga Nations League. Inggris berhasil unggul 6-5 setelah Jordan Pickford berhasil menangkal penendang terakhir Swiss Josip Drmic.
Inggris dan Swiss sama-sama tak bisa mencetak gol pada waktu normal saat kedua tim beradu kekuatan di Stadion Afonso D Henriques, Guimaraes, Portugal, Ahad (9/6). Bahkan di babak tambahan dua kali 15 menit, juga berakhir tanpa gol.
Secara statistik, Swiss masih lebih unggul ketimbang Inggris. Selama 90 menit bertanding, Granit Xhaka dan kawan-kawan membukukan sembilan tendangan dengan tiga di antaranya tepat sasaran.
Sedangkan Inggris yang mengunci penguasaan bola sebesar 56 persen, hanya mampu mencatatkan tujuh tembakan dengan satu mengarah ke gawang lawan di waktu normal.
Baca juga: Lawan Belanda di Final, Portugal Tanpa Bek Gaek Pepe
Pemain Inggris yang baru masuk pada babak kedua, Callum Wilson, sempat menggetarkan gawang Swiss dengan sontekan pelannya. Namun, wasit memutuskan untuk menganulir gol itu karena lebih dulu Wilson dianggap mendorong pemain belakang Swiss, Manuel Akanji.
Permainan selama babak kedua tak jauh berbeda dengan paruh pertama. Inggris dengan ujung tombak Harry Kane, susah payah berusaha menembus jantung pertahanan Swiss yang solid sejak menit awal. Namun, upaya penyerang Tottenham Hotspur ini tak berhasil.
Alhasil, Kane ditarik keluar oleh pelatih dan digantikan Callum Wilson di menit ke-75. Formasi yang diterapkan Gareth Southgate juga masih sama seperti babak pertama.
Berbeda dengan Swiss, mereka memanfaatkan jatah pergantian pemain dengan maksimal. Selain itu, Petkovic sebagai pelatih mengganti formasi dengan menambah jumlah gelandang menjadi lima orang, sehingga Swiss lebih menguasai zona tengah lapangan. (OL-4)
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
Dalam wawancara dengan penyiar publik RTVE, Albares menyebut kondisi di Libanon mencerminkan pola yang mengkhawatirkan.
Komisi Eropa juga merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan PPN pada pompa kalor, boiler, dan panel surya, katanya.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Italia memiliki kualitas yang cukup untuk menundukkan Belgia bahkan ketika sang lawan bermain di kandangnya sendiri.
Pengetatan dilakukan juga karena Presiden Prancis Emmanuel Macron juga dijadwalkan menghadiri pertandingan Les Bleus tersebut.
LEE Carsley sangat senang melihat Inggris kembali ke jalur yang benar dalam kampanye Nations League mereka dengan kemenangan 3-1 saat bertandang ke Finlandia.
Selanjutnya The Three Lions akan menjamu Yunani pada 10 Oktober sebelum bertandang ke Helsinki untuk menghadapi Finlandia tiga hari kemudian.
Pemain berusia 39 tahun itu kini telah mencetak 134 gol untuk tim nasional dan 213 kali tampil untuk negaranya.
Italia bangkit untuk berbalik menang meski tertinggal oleh gol cepat Bradley Barcola ketika laga baru berjalan 14 detik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved