Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PESEPAK BOLA legendaris asal Nigeria Augustine Azuka Okocha mengaku sangat menyukai salah satu makanan khas Indonesia, yaitu gado-gado. Pria yang lebih akrab dengan nama Jay-Jay Okocha itu mengatakan pada hari pertamanya di Jakarta, dia sudah sempat mencicipi gado-gado dan langsung menyukai makanan tersebut karena rasa pedasnya.
"Saya baru saja tiba di Jakarta. Sudah ada satu makanan yang saya coba, yaitu gado-gado. Saya suka sekali, rasanya pedas," kata Jay-Jay akhir pekan ini.
Kedatangan Jay-Jay ke Jakarta berkaitan dengan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola antara Paris Saint-Germain (PSG) FC melawan Bordeaux FC yang akan berlangsung pada Sabtu (9/2) di Kemang Village, Jakarta Selatan.
"Kedatangan saya ke sini karena mengetahui ada banyak fans PSG di sini (Jakarta). Saya yakin kegiatan nobar itu akan berlangsung dengan meriah dan ramai. Saya sudah tidak sabar," ujar Jay-Jay.
Baca juga: PSG Butuh Tambahan Waktu untuk Kalahkan Villefranche
Lebih lanjut, pemain yang pernah memperkuat PSG sejak 1998 hingga 2002 itu berharap para penggemar PSG di Indonesia dapat menikmati acara nobar pertandingan antara PSG melawan Bordeaux nanti.
"Saya berharap para penggemar dapat melihat penampilan terbaik skuad PSG saat menghadapi Bordeaux, dan semuanya menikmati jalannya pertandingan tersebut dari awal sampai akhir," tutur Jay-Jay.
Pada Sabtu (9/2) besok, FC Paris Saint-Germain dijadwalkan akan menjamu PC Bordeaux di Stadion Parc des Princes di Paris, Perancis.
Kegiatan nobar tersebut merupakan kerja sama antara PSG dengan saluran olah raga beIN Sports. Dalam kegiatan nobar itu, para penonton bukan hanya berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Jay-Jay Okocha, tetapi juga menikmati rangkaian acara hiburan lainnya, yakni kuis, pertunjukan dan berbelanja suvenir asli PSG. (OL-7)
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
Dalam wawancara dengan penyiar publik RTVE, Albares menyebut kondisi di Libanon mencerminkan pola yang mengkhawatirkan.
Komisi Eropa juga merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan PPN pada pompa kalor, boiler, dan panel surya, katanya.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved