Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA menjalankan ibadah puasa, tubuh sering kali mengalami kelelahan, lesu, dan kurang energi. Kondisi ini bisa menjadi tanda anemia akibat kurangnya asupan zat besi.
Terbatasnya waktu makan selama bulan Ramadan dapat memengaruhi asupan nutrisi penting, terutama zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Sayangnya, zat besi mudah rusak atau penyerapannya terhambat oleh zat lain dalam tubuh jika pola makan tidak diperhatikan dengan baik.
Zat besi berperan penting dalam produksi sel darah merah, tetapi penyerapannya dapat terhambat oleh berbagai faktor, seperti pola makan yang tidak seimbang dan konsumsi zat penghambat tertentu. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pola makan sehat agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.
Asupan makanan tinggi protein, baik dari sumber hewani maupun nabati, sangat penting untuk mencukupi kebutuhan zat besi. Pilihlah makanan berprotein hewani seperti:
Hati sapi
Daging merah
Ikan
Telur
Sumber zat besi dari protein nabati juga bisa diperoleh dari kacang kedelai dan olahannya, seperti tempe dan tahu. Pastikan untuk selalu menyertakan makanan berprotein dalam setiap santapan sahur dan berbuka agar tubuh tetap bertenaga.
Selain zat besi, tubuh juga memerlukan nutrisi lain untuk mendukung proses penyerapan dan produksi sel darah, seperti:
Vitamin C: Ditemukan dalam buah berwarna kuning atau oranye, seperti jeruk dan pepaya. Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.
Asam folat: Berperan dalam pembentukan sel darah merah, bisa diperoleh dari kacang polong, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, serta produk gandum.
Vitamin B12: Membantu produksi sel darah merah dan banyak terdapat dalam hati sapi, ikan, daging merah, telur, serta susu dan produk olahannya.
Namun, sebaiknya hindari makanan atau minuman yang terlalu asam saat berbuka dan sahur agar tidak mengganggu sistem pencernaan.
Anemia sering kali menyebabkan tubuh mudah lelah dan lesu karena kurangnya pasokan oksigen dalam darah. Gejalanya bisa berupa:
Pusing
Wajah pucat
Sesak napas
Tangan dan kaki terasa dingin
Untuk itu, sebaiknya hindari aktivitas fisik yang terlalu berat selama berpuasa agar energi tetap terjaga. Selain membantu tubuh lebih kuat menjalani puasa, mengurangi aktivitas fisik berlebihan juga dapat menjaga kesehatan secara keseluruhan hingga tiba hari raya Idul Fitri.
Jika sudah menerapkan pola makan sehat tetapi masih mengalami gejala anemia seperti sering lemas dan mudah lelah, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen zat besi. Namun, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi guna mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Dengan menjaga pola makan yang tepat dan menghindari faktor pemicu anemia, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan tubuh tetap bugar sepanjang hari. (Rumah Sakit JIH/Z-10)
Dokter spesialis anak dr. Lucky Yogasatria memperingatkan risiko konsumsi susu berlebih yang dapat mengganggu penyerapan zat besi dan memicu anemia pada anak.
Kekurangan zat besi berdampak pada kecerdasan anak.
Dokter spesialis anak dr. Lucky Yogasatria memperingatkan bahaya kekurangan zat besi yang memicu stunting, gangguan otak, hingga penurunan IQ pada anak.
Dokter spesialis anak ingatkan bahaya konsumsi susu berlebih yang hambat serapan zat besi. Simak aturan dosis dan jadwal minum susu agar IQ anak tidak terganggu.
Kolin, magnesium, dan zat besi berperan penting menjaga kesehatan mental. Nutrisi ini bantu kurangi stres, perbaiki tidur, dan tingkatkan fokus.
Penelitian terbaru menemukan perbedaan kadar logam pada rambut pasien Parkinson yang berpotensi menjadi biomarker non-invasif untuk membantu deteksi dini penyakit ini.
Studi IHDC mengungkap hubungan signifikan antara stunting, anemia, dan rendahnya kemampuan working memory pada anak usia sekolah di Indonesia.
Memahami perbedaan antara pucat biasa dan pucat akibat gagal ginjal dapat menjadi langkah penyelamatan nyawa yang krusial bagi Anda dan keluarga.
Anemia renal adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb) berada di bawah normal akibat penurunan fungsi ginjal, berbeda dengan anemia biasa.
Menu ini diharapkan bisa menjadi contoh bagaimana pangan lokal dan bahan tradisional dapat diolah menjadi makanan bergizi yang fungsional dan mudah diterima masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved