Wali Kota Kupang Christian Widodo Raih Penghargaan di National Governance Awards 2026

Devi Harahap
24/4/2026 22:09
Wali Kota Kupang Christian Widodo Raih Penghargaan di National Governance Awards 2026
Wali Kota Kupang Christian Widodo(Devi Harahap/MI.)

WALI Kota Kupang, Christian Widodo, meraih penghargaan bergengsi dalam ajang National Governance Awards 2026 pada kategori Strategic Leadership in Eastern Urban Transformation. Penghargaan ini menegaskan peran kepemimpinan strategisnya dalam mendorong transformasi Kota Kupang sebagai salah satu pusat pertumbuhan di kawasan timur Indonesia.

Christian Widodo menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini bukan hanya miliknya, melainkan milik seluruh masyarakat Kota Kupang.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk warga Kota Kupang. Ini bukan hebat kami, tapi karena dukungan dan doa dari seluruh warga Kota Kupang,” ujar Christian kepada Media Indonesia di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (24/4). 

Christian Widodo menjelaskan bahaa penghargaan ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan momentum hari ulang tahun Kota Kupang. Menurutnya, capaian tersebut menjadi “kado terindah” bagi masyarakat.

Selain itu, Wali Kota Kupang Christian Widodo mengungkapkan bahwa penghargaan kategori strategic leadership diberikan berdasarkan tiga indikator utama, yakni tingkat pengangguran terbuka, tingkat kemiskinan, dan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Tiga indikator ini sangat penting untuk menilai pertumbuhan ekonomi dan kemajuan masyarakat di suatu daerah. Dan ternyata kami bisa mewakili seluruh kota di Indonesia untuk penghargaan puncak ini,” jelasnya.
Program Unggulan: Kesehatan hingga UMKM.

Program Inovatif

Wali Kota Kupang Christian Widodo menjelaskan sejumlah program inovatif telah menjadi penopang keberhasilan Kota Kupang. Salah satu yang menonjol, kata dia, kebijakan di sektor kesehatan melalui penyediaan dana darurat bagi warga kurang mampu.

“Kami menyiapkan dana pengaman hingga miliaran rupiah setiap tahun di rumah sakit daerah. Jadi jika ada pasien gawat darurat yang tidak punya BPJS atau identitas, tetap bisa dilayani terlebih dahulu,” katanya.

Program ini dinilai krusial karena banyak warga yang mengalami kendala akses layanan kesehatan akibat BPJS tidak aktif atau keterbatasan administrasi. Selain sektor kesehatan, Pemkot Kupang juga mendorong inovasi di berbagai bidang lain

“Kami juga fokus pada pengelolaan persampahan berbasis inovasi layanan, penguatan UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal, pengembangan sektor pendidikan dan sosial budaya, hingga peningkatan pelayanan publik berbasis kebutuhan masyarakat,” jelasnya.  

Selain itu, Wali Kota Kupang Christian Widodo menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut berangkat dari prinsip keberpihakan kepada rakyat.

“Otonomi itu bukan tentang kewenangan semata, tapi bagaimana menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Itulah otonomi yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ke depan, sambung dia, Pemerintah Kota Kupang menargetkan adanya penguatan transformasi lintas sektor untuk meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat. 

“Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal berbasis UMKM, perluasan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” imbuhnya. 

Wali Kota Kupang Christian Widodo juga menegaskan, inovasi di bawah kepemimpinannya akan terus didorong agar berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kita punya banyak inovasi ke depan, baik di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun pelayanan publik. Tujuannya satu, bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

National Governance Awards 2026 merupakan ajang bergengsi bagi pemerintahan daerah yang tidak hanya menilai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga aspek lain seperti pendidikan, kesehatan, dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sebagai tolak ukur penilaian. Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, transformasi digital layanan publik, transparansi, akuntabilitas, hingga efektivitas program pemberdayaan masyarakat. Melalui ajang ini, diharapkan lahir lebih banyak inovasi dari pemerintah daerah yang mampu memberikan dampak luas, sekaligus menjadi ruang berbagi praktik terbaik antarwilayah di Indonesia. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya