Analis Sebut Langkah Kapolri Perkuat Fondasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Rahmatul Fajri
20/4/2026 21:14
Analis Sebut Langkah Kapolri Perkuat Fondasi Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ilustrasi(Dok Istimewa)

ANALIS politik Boni Hargens menilai rangkaian langkah strategis Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sepanjang April 2026 merupakan dukungan bagi keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran. 

Boni mengungkapkan bahwa pendekatan proaktif Kapolri terlihat dari keterlibatannya dalam sektor-sektor strategis, mulai dari pariwisata olahraga hingga mitigasi tantangan geopolitik global.

"Langkah Kapolri mencerminkan kepemimpinan yang proaktif, mulai dari penguatan pariwisata di Bali, sinergi digital, keamanan haji, hingga menjaga iklim investasi di tengah turbulensi global," ujar Boni dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Salah satu bukti nyata yang disorot adalah kehadiran Kapolri bersama Gubernur Bali Wayan Koster dalam melepas 11.000 pelari ajang Wondr Kemala Run 2026 di Bali hari ini. Boni menilai, kehadiran Jenderal Listyo Sigit bukan sekadar seremonial, melainkan sinyal kuat komitmen Polri sebagai fasilitator pertumbuhan ekonomi daerah.

"Keterlibatan Polri memberikan jaminan keamanan implisit yang meningkatkan kepercayaan wisatawan. Ini adalah pendekatan soft policing di mana kepolisian berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan," jelasnya.

Lebih lanjut, Boni membeberkan empat agenda besar yang ditekankan Kapolri sepanjang bulan ini sebagai kerangka kebijakan menjaga stabilitas nasional. Pertama, sinergi digital dengan Komdigi. Langkah ini merupakan respon atas masifnya kejahatan siber. Kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bertujuan menciptakan ekosistem penegakan hukum digital yang terintegrasi, mengingat Polri memiliki kewenangan hukum sementara Komdigi menguasai infrastruktur digital.

Kedua, pembentukan Satgas Haji 2026. Kapolri menginstruksikan pembentukan Satgas khusus untuk menjamin keamanan ratusan ribu jemaah haji Indonesia. "Ini langkah responsif terhadap dinamika keamanan di Timur Tengah, memastikan warga negara terlindungi mulai dari keberangkatan hingga kepulangan," kata Boni.

Ketiga, soliditas dengan kalangan buruh. Boni mengatakan Kapolri berkomitmen memperkuat hubungan dengan buruh guna menciptakan iklim investasi yang kondusif. Polri diposisikan sebagai mediator yang adil, memastikan hak buruh terlindungi tanpa mengganggu kepentingan investasi.

Keempat, persatuan nasional di tengah tantangan global. Ia mengatakan menghadapi ketegangan perdagangan global dan ancaman fragmentasi sosial, Kapolri menegaskan pentingnya kohesi sosial. Hal ini diartikan sebagai komitmen operasional Polri untuk menindak aktor-aktor yang berupaya memecah belah masyarakat.

Boni menyimpulkan, sinergi yang dibangun Kapolri baik dengan pemerintah daerah, kementerian, hingga kelompok masyarakat sipil menjadi aset strategis bagi Indonesia.

"Kepemimpinan Listyo Sigit melampaui fungsi kepolisian konvensional. Apa yang dilakukan Kapolri bersentuhan langsung dengan stabilitas politik dan ekonomi yang menjadi prasyarat bagi pembangunan berkelanjutan di era Prabowo-Gibran," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya