Prabowo: Indonesia Tetap Cerah

M Ilham Ramadhan Avisena
08/4/2026 16:33
Prabowo: Indonesia Tetap Cerah
Presiden Prabowo Subianto (kiri).(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.)

PRESIDEN Prabowo Subianto menepis narasi pesimisme terhadap kondisi nasional di tengah ketidakpastian global. Dalam taklimat pada Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4), ia menegaskan Indonesia justru berada dalam posisi yang relatif menguntungkan.

"Bagi saya Indonesia gelap itu tidak ada, Indonesia cerah. Di saat banyak negara susah," ujarnya.

Menurut Prabowo, kondisi geopolitik dunia yang memanas, termasuk potensi konflik berskala besar, justru menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang dianggap aman. Ia menilai posisi ini menjadi daya tarik tersendiri di mata internasional.

"Anda tahu, kalau terjadi perang dunia ke III, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas," kata dia.

Ia mencontohkan fenomena meningkatnya kehadiran warga negara asing di sejumlah destinasi dalam negeri sebagai indikasi kepercayaan tersebut. Bali disebut menjadi salah satu magnet, bahkan bagi warga dari negara yang tengah berkonflik.

"Sekarang kau ke Bali, kau lihat tuh, berapa orang Rusia di situ, berapa orang Ukraina di situ, rencana kita, kita mau bikin special financial center. Kita lagi cari tempat. Kalau pak Luhut sarankannya di Bali. gak tau pak Luhut senang banget Bali. tapi kita semua senang Bali," tutur Prabowo.

Gagasan pembentukan pusat keuangan khusus itu, menurut Prabowo, sebenarnya telah lama dibicarakan. Namun, situasi global saat ini membuat peluang tersebut semakin relevan, terutama dengan pergerakan dana dari kawasan yang tidak stabil.

"Tapi gagasan ini yang dibicarakan Pak Luhut bertahun-tahun ini, ternyata sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau kemana. Negara mana yang tidak perang sekarang? Kasih tahu. Indonesia salah satu yang paling diminati," ungkapnya.

Meski optimistis, Prabowo mengingatkan bahwa besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan dan kerja yang lebih serius. Ia menekankan pentingnya ketelitian dan disiplin dalam mengelola peluang yang ada.

"Jadi, intinya adalah kita sangat banyak potensi. tapi ini juga yang saya katakan membuat kita sekarang hrus lebih keras, bekerja lebih teliti," pungkasnya. (Mir/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya