Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, mendesak aparat penegak hukum untuk tidak hanya berhenti dengan menangkap anak buah kapal (ABK) dalam kasus penyelundupan 2 ton narkoba melalui Kapal Sea Dragon. Ia menegaskan, fokus utama penyidikan seharusnya diarahkan pada pengejaran aktor intelektual yang mengendalikan jaringan besar tersebut.
Aboe Bakar menyoroti proses hukum terhadap Fandi Ramadhan, ABK asal Medan yang kini terjerat perkara tersebut. Menurutnya, menghukum pelaku lapangan tidak akan menyelesaikan akar persoalan jika pemodal besar di baliknya masih bebas berkeliaran.
“Secara logika, Fandi Ramadhan yang hanya seorang ABK tentu bukan pemilik Kapal Sea Dragon. Tidak mungkin pula dia memiliki kemampuan finansial untuk membeli atau mengendalikan 2 ton narkoba. Dengan menangkap dan memidanakan Fandi, bukan berarti perkara ini selesai,” ujar Aboe Bakar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/2).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memperingatkan aparat agar tidak menjadikan para ABK sebagai tumbal untuk menutup kasus yang lebih besar. Ia menilai penyelundupan narkoba dalam jumlah fantastis tersebut pasti melibatkan struktur organisasi yang rapi, mulai dari pemodal hingga pengatur logistik.
“Jangan sampai penegakan hukum hanya berhenti pada pelaku lapangan. Menghukum ABK bisa saja dilakukan sesuai fakta persidangan, tetapi jangan sampai mereka menjadi tumbal. Seluruh jaringan harus dimintai pertanggungjawaban pidana. Ini bukan kejahatan kecil, ini kejahatan terstruktur yang merusak generasi bangsa,” katanya.
Menurut Aboe Bakar, perang terhadap narkoba tidak akan pernah dimenangkan jika penegak hukum hanya menangkap operator lapangan. Ia mengatakan tanpa menyentuh bandar besar dan aktor intelektualnya, jaringan narkoba akan terus tumbuh dan mencari operator baru.
“Kalau kita hanya menangkap kurir dan ABK, jaringan akan terus tumbuh. Pemberantasan narkoba harus sampai ke akarnya. Tanpa itu, perang terhadap narkoba tidak akan pernah benar-benar dimenangkan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Aboe Bakar mendorong aparat untuk bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik. Ia memastikan bahwa Komisi III DPR RI akan memberikan perhatian serius dan memantau jalannya penanganan kasus ini agar dilakukan secara menyeluruh tanpa tebang pilih.
“Kita ingin memastikan bahwa hukum ditegakkan secara adil. Fokusnya harus pada aktor utama yang paling diuntungkan dari bisnis haram ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Fandi diadili di Pengadilan Negeri (PN) Batam terkait kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1.995.130 gram atau sekitar 2 ton. Fandi dituntut hukuman mati.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna menegaskan besaran tuntutan yang diajukan oleh Jaksa kepada Majelis Hakim didasari oleh fakta hukum dan alat bukti yang telah terungkap di pengadilan.
Ia memastikan penuntutan yang dilakukan oleh Jaksa tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh proses peradilan, kata dia, juga sudah sudah dilaksanakan sesuai dengan hukum acara yang berlaku dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
"Maka pada tanggal 5 Februari 2026 kemarin dilakukan penuntutan terhadap 6 terdakwa tersebut dan masing-masing dituntut hukuman mati. Tentunya penuntut umum dalam melakukan penuntutan berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang terungkap di persidangan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/2).
Anang menjelaskan salah satu pertimbangan jaksa memberikan tuntutan maksimal adalah untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika. (Faj/P-3)
Negara wajib menjamin proses penyidikan hingga persidangan berjalan objektif dan bebas dari upaya kriminalisasi.
Komisi III DPR RI apresiasi vonis bebas videografer Amsal Sitepu di PN Medan. Habiburokhman tegaskan karya kreatif tidak bisa disamakan dengan pengadaan barang fisik.
Dalam industri kreatif, standarisasi biaya bersifat subjektif dan didasarkan pada kesepakatan antarpihak.
Kontras mendesak DPR mendorong Presiden membentuk TGPF Independen untuk usut tuntas aktor intelektual penyiraman air keras Andrie Yunus demi menjaga demokrasi
KontraS mengungkap "Operasi Sadang" di balik kasus penyiraman air keras Andrie Yunus. Diduga melibatkan 16+ personel intelijen dan menyasar aktivis lainnya.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus videografer Amsal Christy Sitepu.
PELAKU penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus diduga melibatkan anggota Bais TNI. Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta agar administrasi kasus dilakukan cermat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved