Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS Ulama Indonesia menegaskan bahwa penangkapan anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain an-Najah oleh Datesemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tidak ada kaitannya dengan mereka. MUI juga menegaskan bahwa hal itu mutlak urusan pribadi.
Pernyataan MUI itu mendapat apresiasi dari Jaringan Mubalig Muda Indonesia (Jammi). Koordinator nasional Jammi, Irfaan Sanoesi menyatakan bahwa tujuh poin sikap MUI tersebut menunjukkan bahwa MUI sebagai khadimul ummah (pelayan umat) tetap bersama umat menjaga persatuan dan kesatuan. Sebaliknya MUI sama sekali tidak melindungi anggotanya yang terjerat proses hukum.
Baca juga: Wapres: MUI Harus Pegang Teguh Tiga Prinsip Pengambilan ...
“Kami apresiasi langkah MUI mengeluarkan pernyataan sikap, yang isinya, membuat publik lega sehingga publik masih sangat percaya MUI sebagai khadimul ummah. Tetap bekerja untuk umat. Saling mendukung tugas umara untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” terang Irfaan.
Irfaan menyoroti poin ketiga yang menegaskan bahwa MUI menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang. “Nomor ketiga poin MUI ini, menurut kami, sangat penting. Dengan kata lain, MUI secara terang mem-back up pihak kepolisian untuk mengusut tuntas keterkaitan oknum MUI dengan kelompok teroris hingga ke akar-akarnya,” sambungnya.
Sebelumnya diberitakan Ahmad Zain an-Najah ditangkap pada Selasa (16/11/2021). Polisi mengungkapkan, Ahmad Zain An-Najah merupakan anggota anggota Dewan Syura Jamaah Islamiyah (JI).
Kendati MUI telah menonaktifkan yang bersangkutan sebagai pengurus di MUI, Irfaan sangat menyayangkan ormas besar kaliber MUI bisa disusupi salah satu anggota Dewan Syura organisasi teroris.
“Kami sangat menyayangkan MUI kok bisa kemasukan organisasi terlarang. Citra dan marwah MUI sedikit tercoreng akibat ulah oknum anggotanya yang berafiliasi ke kelompok teroris. Butuh upaya yang keras guna menormalkan kembali citra MUI sebagai organisasi moderat,” jelasnya.
Ia pun menyarakan agar proses seleksi keanggotaan MUI lebih selektif. MUI sebagai rumah besar umat Islam tidak boleh terjerumus untuk kedua kalinya dalam keterlibatan anggotanya berafilisasi ke kelompok teroris.
“Kejadian ini harus menjadi pelajaran agar keanggotaan MUI lebih selektif. Harus diurai benang merah saudara Ahmad Zain ini dengan orang yang merekom dan memasukkan dia ke dalam struktur MUI. Pihak-pihak yang terlibat dengannya harus segera diberhentikan dan ormasnya dikeluarkan dari keorganisasian di MUI," ujarnya. (Ant/A-1)
Serangan bom brutal mengguncang jalan raya Kolombia sebulan sebelum Pilpres. Sebanyak 20 warga sipil tewas dalam ledakan yang diduga didalangi kelompok kriminal.
Setiap hubungan internasional harus dicermati dengan kritis dan penuh kewaspadaan agar tidak berujung pada ketergantungan.
TIM advokasi untuk Demokrasi mendatangi Bareskrim Polri melaporkan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus mendorong pengusutan dengan pasal terorisme
Pakistan puncaki Global Terrorism Index 2026 dengan 1.139 kematian pada 2025. Kelompok TTP jadi aktor paling mematikan di tengah tren penurunan terorisme global.
Ali Larijani peringatkan adanya plot serangan ala 9/11 oleh sisa jaringan Epstein untuk memfitnah Iran. Teheran tegaskan siap balas serangan AS dan Israel.
Persoalan terorisme merupakan kejahatan sipil yang harus ditangani polisi yang tunduk pada hukum sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved